BREAKING

Rabu, 16 September 2015

Aksi peduli DKD Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi penyakit ispa akibat asap di kota Palembang

INI AKSIKU MANA AKSIMU
Inilah kegiatan DKD Dewan Kerja Sumatera Selatan yang melaksanakan Aksi Peduli membagikan masker kepada pengendara motor dijalan di Palembang. Kegiatan tersebut merupakan aksi peduli untuk membantu mengurangi penyakit ispa akibat asap di kota Palembang masker yang kami berikan merupakan bantuan dari MOP NASIONAL.








Jumat, 11 September 2015

Sudibyo Sebut Pramuka Garda Terdepan Membentuk Karakter Remaja




BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kwartir Daerah Pramuka Bangka Belitung dan Pramuka Saka Kencana Bangka Belitung menggelar Perkemahan Bakti Saka Kencana BkkbN Babel.
Perkemahan berlangsung di Kolong Spritus Komplek Perkantoran Pemprov Babel, Jumat (11/9) dihadiri
Sudibyo Alimueso, Ketua Mabi Saka Kencana. Pramuka.

Acara Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana) dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Daerah H KA Cholil.
Materi dalam perkemahan Saka Kencana Pramuka disampaikan Sudibyo Alimueso Ka Mabi Pusat Saka Kencana dengan " Pramuka Sebagai Garda Terdepan dalam pembangunan karakter bangsa melalui program Gendre", Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Ind Murlim Mariadi "Bela Negara dan Materi Krida, 
Kependudukan Genre, Kesehtan Reproduksi dan Pembangunan Keluarga oleh Pegawai BkkbN Babel.

Ditemui bangkapos.com, Jumat (11/9), Sudibyo Alimueso menjelaskanpramuka sebagai garda yang pertama dan garda terdepan untuk membina karakter anak-anak bangsa.
"Prmuka memiliki Tri Satya Dharna Pramuka yang luar biasa. Yang tidak dimiliki organisasi lainnya," jelas Sudibyo.
Menurut Sudibyo pramuka untuk menghilangkan penyakit remaja. Seperti pergaulan sex bebas dan pramuka memiliki jiwa yang luar biasa.

Warga Ridogalih Sumringah Diberi Air oleh Pramuka

POJOKSATU.id, CIBARUSAH – Sekitar 2.000 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ridogalih bisa bernafas lega untuk sementara waktu. Karena kemarin, Kamis (10/9), ribuan warga itu mendapatkan bantuan berupa air bersih dari anggota Pramuka yang mengatasnamakan Gerakan Pramuka Peduli Kota dan Kabupaten Bekasi.
Sebanyak empat tangki air bersih didistribusikan oleh anggota Pramuka bagi warga yang tinggal di Kampung Patat, Desa Ridogalih. Bantuan itu pun disambut antusias karena sejak beberapa bulan lalu mereka kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang panjang.
Sekretaris Desa Ridogalih, Acep Mulyadi mengatakan, di desanya terdapat 6.000 warga yang terkena dampak kekeringan. Selama ini, warga mengandalkan sisa air dari sungai dengan kondisi yang keruh.
“Biasanya ambil air dari Kali Cihoe, itu pun sudah keruh sekarang airnya,” ucapnya.
Jika tak mendapatkan air dari sisa sungai yang mengering, sambung Acep, terkadang warga harus membeli air bersih seharga Rp2 ribu perpikulnya. Hal itu pun membuat beban warga menjadi bertambah setelah sulitnya mendapat air bersih.
Masih kata Acep, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memberikan bantuan air bersih. Namun karena keterbatasan armada, maka bantuan tersebut tidak bisa didistribusikan setiap hari.
“Kan kuotanya dibagi-bagi, makanya jarang datang kemari bantuan air bersih dari BPBD,” jelasnya.
Sebagai wilayah langganan kekeringan, menurut Acep, perlu ada langkah antisipasi untuk jangka panjang. Seperti membuat sumur air dan aliran PDAM.

Sementara itu, Ketua Gerakan Peduli Pramuka Kabupaten Bekasi, R Ichang Rahardian mengatakan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa air bersih, tetapi warga juga diberikan alat bor. (dho)
http://jabar.pojoksatu.id/bekasi/2015/09/11/warga-ridogalih-sumringah-diberi-air-oleh-pramuka/

Drs Suhendri MSi Ketua Kwarcab Pramuka 0412

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kepala Inspektorat Kepulauan Meranti, Drs Suhendri MSi terpilih menjadi Ketua Kwartir Cabang Pramuka 0412 Kepulauan Meranti dalam musyawarah cabang Pramuka pekan lalu. Dia terpilih secara aklamasi dalam sidang dalam muscab tersebut.

Ketua Kwarcab Pramuka 0412 Suhendri kepada Riau Pos, Rabu (9/9) mengungkapkan bahwa saat ini dirinya masih menyusun pengurus. Setelah itu akan diusulkan kepada Kwarda 04 Riau untuk disahkan dan dikeluarkan SKnya.

“Pelantikan belum dilakukan. Nanti setelah SK keluar, maka kita baru akan lakukan pelantikan. Waktunya belum tahu,” ujarnya.

Suhendri yang aktif di Pramuka saat masih bersekolah tingkat SD, SMP dan di Akademi Pendidikan Dalam Negeri (APDN) itu mengaku nantinya akan membentuk satuan karya (Saka) di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Meranti. Sehingga nantinya bisa menghidupkan gerakan Pramuka bukan hanya dari lingkungan sekolah saja, tapi juga di lingkungan institusi pemerintah.

“Kita akan coba bentuk Saka di seluruh SKPD. Hal itu juga dalam upaya menindaklanjuti dan mem-follow up harapan Pj Bupati saat pembukaan muscab lalu,” katanya.

Suhendri juga akan berupaya lebih menghidupkan Pramuka dengan berbagai kegiatan nantinya. Termasuk kegiatan perkemahan. Namun dia menyadari hal itu akan sulit terlaksana tanpa dukungan dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.(amy/mal)

http://www.riaupos.co/84918-berita--drs-suhendri-msi-ketua-kwarcab-pramuka-0412.html#.VfJL1tKqqko

3.408 Orang Ikut Lomba Pramuka di Sorowako

TRIBUN-TIMUR.COM, MALILI -Sebanyak 3.408 orang mengikuti kemah lomba pramuka penegak dan penggalang 2015 atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kelopak Galang 2015” yang berlangsung di Bumi Perkemahan Sawerigading Sorowako Kecamatan Nuha (9/9/2015).
Panitia pelaksana Muslimin, mengatakan, kegiatan pramuka berlangsung selama 6 hari yakni 8-13 September 2015 dengan jumlah peserta 3.408 orang.
Ia menambahkan, peserta yang ikut terdiri dari Anggota Gerakan Pramuka Golongan Penggalang SD sebanyak 1.003 peserta, Anggota Gerakan Pramuka Golongan Penggalang SMP 1.193 peserta, Anggota Gerakan Pramuka Golongan Penegak 647 peserta, Pembina Pendamping 406 orang dan panitia kelopak galang sebanyak 159 orang. (*)
Penulis: Sudirman

Workshop Saka Kencana, Cibubur 9-11 September 2015

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melalui Saka Kencana, menyelenggarakan Workshop Saka Kencana di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur pada tanggal 9-11 September 2015.
Kegiatan yang direncanakan diikuti 60 orang Pengurus dan Pamong Saka Saka Kencana, ternyata peminatnya membengkak menjadi 81 orang dari 32 Kwarda di Indonesia.
Hadir dalam pembukaan dan sekaligus membuka Workshop Saka Kencana, Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Organisasi dan Hukum, Kak P.A. Kodrat Pramudho, didampingi Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakaan Pramuka Bidang Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama, Kak Marbawi beserta Kapinsaka Kencana, Kak Sudibyo Alimoeso.
Dalam sambutannya Kak Sudibyo menyampaikan bahwa kegiatan Saka Kencana di daerah sudah mulai aktif "Bulan ini ada Perti Saka Kencana di Bangka Belitung, bulan depan di Kalimantan Barat". Beliau juga menyampaikan bahwa Saka Kencana dan Kwarnas Gerakan Pramuka sudah sejalan, yang bisa dilihat dari slogan Kwarnas Gerakan Pramuka "Pramuka Gembira, Ceria, Asyik", sedangkan slogan Saka Kencana melalui program Genre "Sehat, Cerdas, Ceria"
Kak Kodrat selaku Waka Kwarnas dan juga sebagai salah satu Pimpinan Saka Bakti Husada menyampaikan beberapa hal tentang organisasi dan mengelola saka.
Selain hal tersebut beliau juga menyampaikan bahwa Saka Kencana diharapkan bisa turut andil dalam merevolusi mental, karena perubahan mental itu bisa diventuk, agar dapat membangun manusia yang bermutu. "Pramuka bisa mempengaruhi perilaku publik, mendominasi aktifitas yang baik" demikian tegas

Pramuka Membentuk Pemuda Berkarakter

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Tantangan yang dihadapi kaum muda saat ini semakin besar dan kompleks.
Bukan saja masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik juga implikasi yang mengikuti seperti banyak yang putus sekolah, terbatasnya keterampilan, sulitnya mendapatkan pekerjaan hingga rendahnya rasa hormat.
"Permasalahan ini sangat memprihatinkan bagi masa depan bangsa dan negara serta menuntut penanggulangan segera," kata Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka Dr Adhyaksa Dault SH MSi yang disampaikan Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Ma’mun Kaderi, pada Upacara Peringatan ke-54 Hari Pramuka Tingkat Kabupaten Batola Tahun 2015 di Halaman Kantor Bupati, Kamis (10/9/2015)
Di sinilah pentingnya peranan gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan membekali keterampilan, tambahnya.
Perananan gerakan pramuka yang berpeluang memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia, khususnya kaum muda yang berkarakter, hendaknya kelak menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang baik.
Gerakan pramuka, sebut Kakawarnas, harus dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya dan masalah ini perlu dikaji serta dikembangkan pusat pendidikan dan pelatihan maupun pusat penelitian dan pengembangan kepramukaan bekersama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Batola ini juga dirangkai berbagai penyerahan hadiah, piagam dan trophy kepada para pemenang lomba dan kegiatan dalam rangkaian menyemarakan Hari Pramuka ke-54 oleh Wabup Ma’mun Kaderi selaku Kwarda Pramuka Batola.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/10/pramuka-membentuk-pemuda-berkarakter

Adhyaksa Dault : Pramuka Harus Bisa Hadir Dimana-Mana

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menargetkan tahun depan Pramuka harus bisa hadir di mana-mana. “Tahun depan target kita bisa menghadirkan Pramuka ada dimana-mana”, ujar Kak Adhyaksa saat menyampaikan paparan dalam Rapat Koordinasi Perubahan UU tentang Kepramukaan di Gedung Sarbini, Komplek Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Selasa (8/9).
Kak Adhyaksa mengatakan bahwa saat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjalin kerjasama dengan Jawa Post supaya berita tentang Pramuka selalu ada, begitupun dengan Kwarda Jawa Timur dan Kwarda Jawa Barat.
“ saya harap kwarda-kwarda lain melakukan hal yang serupa untuk menunjukkan bahwa kegiatan pramuka didaerah layak untuk diekspose media dan membuktikan bahwa Pramuka itu memang ada sekaligus menegaskan bahwa Pramuka merupakan Garda Terdepan Pelaku Perubahan Dalam Pembentukan Karakter Bangsa”, Ujarnya

Munculnya berita tentang pramuka di media cetak atau elektronik akan mengangkat Pramuka dan semakin dicintai masyarakat luas.
“ saya berharap mulai saat ini ada perwakilan dari Kwarda-kwarda untuk mempersiapkan diri mengisi Program Derap Pramuka yang ditayangkan TVRI”. Katanya
“ saya ingin nanti hari Pramuka tahun 2016 berlangsung di SGBK yang dihadiri 110 ribu Pramuka sekaligus menjadi ajang pembukaan Jamnas yang disiarkan langsung oleh 2 stasiun Televisi, sehingga kalimat Pramuka itu keren, gembira asyik akan tetap melekat selamanya”. tandasnya
Menyikapi mengenai perubahan UU no.12 tahun 2010 ka Kwarnas mengatakan Ada tiga hal yang harus dipahami dalam sebuah organisasi termasuk Pramuka harus Open the box. Yang pertama adalah manusianya atau Sumber Daya Manusia, kedua aturan main dan ketiga adalah memiliki landasan yang kuat.
sumber : Yudhi scoutradio

Senin, 07 September 2015

Kwarcab Pramuka Pangandaran Minta Segera Dibentuk

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Para Pembina Pramuka di wilayah Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya, berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran segera membentuk Kwartir Cabang (Kwarcab) Pangandaran. Karena alasan tersebut, selama ini kegiatan Pramuka di wilayah itu masih harus menginduk ke Kwarcab Ciamis.
Keinginan itu terungkap ketika Koran HR bertemu dengan Ketua Pelaksana Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD), Junaedi,S.Pd.-LG, saat pelantikan peserta KMD Kwarran Padaherang dan Mangunjaya yang diselenggarakan di GOR Koperasi Megah, Padaherang, Minggu (30/08/2015) lalu.
Pada kesempatan itu, Junaedi mengungkapkan, KMD bagi Pembina Pramuka Kwarran Padaherang dan Mangunjaya sengaja digelar untuk meningkatkan kemampuan para Pembina Pramuka. Upaya itu dilakukan sebagai langkah nyata revitalisasi gerakan pramuka sebagaimana dicanangkan Presiden RI selaku Mabinas, pada perayaan Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2006.
“Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan Gugus depan, dengan penekanan dan pengembangan pada program-program peserta didik, tenaga pendidik dan sarpras (sarana prasarana),” ucapnya.
Junaedi menyebutkan, KMD kali ini sangat luar biasa. Menurut dia, sepanjang sejarah kegiatan pelantikan, kali ini tercatat pesertanya terbanyak, yaitu 113 peserta Kwarran Padaherang dan 36 peserta dari Kwarran Mangunjaya.
“KMD tahun ini yang paling banyak pesertanya. Padahal para peserta mengeluarkan biaya sendiri. Kalau gratis dipastikan akan lebih banyak lagi yang akan mengikutinya,” kata Junaedi.
Lebih lanjut, Junaedi bilang, pihaknya mendorong pembentukan Kwarcab Pangandaran. Dia beralasan, pembentukan itu penting untuk merealisasikan semua kegiatan-kegiatan yang diprogramkan oleh Kwarda maupun Kwarnas.
“Banyak program yang dikeluarkan oleh Kwarda maupun Kwarnas untuk diikuti oleh Kwarcab. Tetapi sayang saat ini masih di bawah naungan Kwarcab Ciamis padahal peserta yang aktif sebagian besar dari Pangandaran. Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mendorong untuk segera membentuk Kwarcab sendiri, Kwarcab Pangandaran,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian Kwarcab Ciamis, Baim Setiawan, ketika dihubungi Koran HR, Minggu (30/08/2015), menandaskan, agenda pembentukan Kwarcab Pangandaran akan di lakukan pada Bulan September 2015 ini.
“Kegiatan akan dilakukan bersamaan dengan Kwarcab Ciamis, sekaligus dibentuk kepengurusan Kwarcab Pangandaran. Adapun tempat dan waktu pelaksanaannya belum dipastikan, kita akan melaksanakan musyawarah cabang terlebih dahulu,” katanya.
Baim menjelaskan, selama ini Kwarcab Pangandaran belum terbentuk karena salah satu prasyaratnya belum terpenuhi, yaitu keberadaan dan jumlah tenaga pelatih dan pembina. Dan sekarang, Pangandaran sudah bisa menjadi Kwarcab mandiri karena persyaratannya sudah terpenuhi.
Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH.,MH, mengaku berharap pembentukan kepengurusan Kwarcab Pangandaran dipercepat. Alasannya, karena Pangandaran sudah menjadi kabupaten yang mandiri. (Mad/Koran-HR)
http://www.harapanrakyat.com/2015/09/kwarcab-pramuka-pangandaran-minta-segera-dibentuk/

Pramuka itu Asik, Keren dan Gembira

Fajarnews.com, CIREBON- Gerakan Kepramukaan itu asyik, keren, dan gembira. Demikian kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, H. Adhyaksa saat menyampaikan sambutan Orientasi Nilai-nilai Dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) 2015 di Gedung ICC IAIN Syekh Nurjati, Sabtu (5/9).
Hal ini, menurutnya, dikarenakan gerakan kepanduan pramuka selalu berkaitan dengan anak muda, agar anak muda di zaman globalisasi ini bisa kenal dan mengikuti kegiatan kepramukaan.
“Pramuka siap revolusi mental. Kalian generasi lahir di audiovisual angkatan 1996-1995 harus bisa mengenali dasar-dasar gerakan kepramukaan, karena pramuka itu bisa dikenal asik, keren dan gembira,” ujar Adhyaksa Dault.
Acara kepramukaan two days ONDPG on fire for scout challenges itu, kata Adhyaksa, bahwa mempelajari dasa dharma merupakan kewajiban bagi anggota pramuka. Tugas sebagai generasi muda, harus menjadi pemimpin yang hebat, karena pramuka itu sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. “Kalian patut bersyukur bisa kuliah di kampus IAIN Syekh Nurjati ini, karena mahasiswanya cukup banyak mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pramuka,” imbuh dia.
Kedepan, pihaknya bakal membuat program pasukan cyber pramuka, berbasis jurnalistik. Pasukan ini, nantinya para anggota pramuka akan diberikan pengetahuan atau pelatihan tentang jurnalistik. Jadi, para anggotanya ini akan membuat sebuah berita acara diberbagai wilayahnya masing-masing.
Dikatakan dia, dirinya pernah jadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). “Jadikanlah orangtua sebagai idola bukan orang lain, karena orangtua itu yang merawat, membimbing, dan membesarkan kita, dan kakak (panggilan senior pramuka, red) itu dijadikan sebagai suri tauladan. Selain itu, apabila salah satu diantara kalian jadi pemimpin, maka kalian harus ingat kepada rakyat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati, H. Sumanta menyampaiakan, gerakan pramuka merupakan salah satu kegiatan UKM IAIN Syekh Nurjati, dengan adanya pendirian sekretariatan gerakan pramuka di Gedung Seni Nyimas Rarasantang, diharapkan bisa meningkatkan kader gerakan pramuka siap bersaing di kancah lokal, nasional, dan global.
“Gerakan pramuka di kampus ini menyedot banyak mahasiswa baru, dan kegiatan kepramukaan yang berlangsung selama dua hari ini, Sabtu-Minggu, maba akan diberikan tentang kesiapan mental, psikologis, dan sosial. Perlu memahami diri agar segera beradaptasi dengan perguruan tinggi. Melalui suatu pembekalan nilai nilai dasar untuk memperkuat di masa mendatang,” papar dia.
Ia menjelaskan, semoga bakti dan kinerja ini bisa memicu Universitas Islam Negeri yang berbasis riset. Ada dua hal yang dititipkan Sunan Gunungjati, yakni ingsun titip tajug lan fakir miskin. “Titip tajug memiliki filosofis ialah melaksanakan nilai dan ajaran agama, sedangkan fakir miskin artinya kita bisa berikan manfaat, dan nilai-nilai agama tersebut yang kemudian bisa diaplikasikan pada lingkungan sekitar. Kami ucapkan selamat datang dan terimakasih atas kedatangan kakak Adyaksa beserta rombongannya,” kata dia.
Kegiatan kepramukaan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Satya Dharma Pramuka, dan dimeriahkan oleh tari topeng Cirebon. Selain itu juga, Ketua Kwartir Nasional, Provinsi, dan Wilayah III Cirebon Gerakan Pramuka mendukung penuh terhadap Pencanangan kampus IAIN Syekh Nurjati sebagai kampus pramuka berbasis Scout and Spiritual preneurship. (WIN)
http://news.fajarnews.com/read/2015/09/06/5013/pramuka.itu.asik.keren.dan.gembira

Sabtu, 05 September 2015

Adhyaksa Dault Siap Bekali 1.166 Peserta ONDGP

Fajarnews.com, CIREBON- Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault bakal memberikan motivasi kepada 1.166 peserta Orientasi Nilai Dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) 2015, di Kampus IAIN Sykeh Nurjati Cirebon, Sabtu (5/9) hari ini.
Ketua Pelaksana ONDGP, Julaeha Silfiany mengatakan, Adhayaksa akan memberikan motivasi dan pembekalan kepada peserta ONDGP.
 “Kak Adhyaksa Dault dengan Rektor IAIN Seyekh Nurjati Cirebon akan secara resmi membuka pelaksanaan ONDGP yang dilaksanakan Pangkalan Pramuka IAIN SNJ pukul 08.00 WIB. Para dosen pembina pramuka akan hadir pada acara ONDGP ini,” kata Silfy, panggilan akrabnya kepada “FC”, Jumat (4/9).
Ia menyebutkan, kegiatan ONDGP akan dimulai pada pukul 03.30 WIB diisi dengan kegiatan pertama yakni, salat tahajud berjamaah antara peserta dan panitia di Masjid IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kemudian dilanjut dengan kegiatan kultum yang diisi dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Menurutnya, tujuan dari diadakannya ONDGP tersebut untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi peserta yang nota bene mahasiswa baru dan juga untuk memberikan semangat  dalam menunjukkan kreatifitas, serta membangun solidaritas mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
“Kegiatan ONDGP ini bermaksud untuk mengenalkan gerakan pramuka di perguruan tinggi, khususnya di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” katanya.
Labih jauh Silfy mengutarakan, bahwa ONDGP dilaksanakan untuk membentuk karakter kader bangsa yang beriman dan bertakwa kepada tuhan. Dia mengharapkan, para peserta ONDGP mampu mengambil peran strategis gerakan di masyarakat dalam mengaktualisasi Tri Satya Pramuka.
“Tema kegiatan iuni yaitu, Two Days ONDGP 2015 on Fire for Scout Challenge. ONDGP sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (hari ini, red) hingga Minggu,” katanya.*

Wildan Ibnu Walid
http://news.fajarnews.com/read/2015/09/05/4983/adhyaksa.dault.siap.bekali.1.166.peserta.ondgp

Kak Adhyaksa Dault Pesan Soal Kegilaan Boyband

"Ada boyband luar datang, pada teriak-teriak sampai histeris banget, bisa bahaya nanti," katanya.

Suara.com - Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan kegiatan Pramuka bisa membuat anak jauh dari narkoba dan tawuran.
"Nggak ada anak Pramuka yang pakai narkoba, mabuk-mabukan, tawuran, dan hal negatif lainnya," kata Adhyaksa di gedung Kwartir Nasional, Menteng Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

Di tengah perkembangan teknologi komunikasi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut berharap remaja zaman sekarang jangan mau terjebak oleh rupa-rupa gadget.

"Kepalanya menunduk ke bawah melihat hape dan bermain di dunia maya," ujar Adhyaksa.
Selain mengajak remaja tidak terlena oleh pengaruh film, dia juga mengingatkan agar remaja jangan terlalu tergila-gila dengan boyband.

"Ada boyband luar datang, pada teriak-teriak sampai histeris banget, bisa bahaya nanti," katanya.
Kegilaan seperti itu, katanya, bisa berdampak kurang baik.
"Bisa membunuh karakter anak nantinya," ujarnya. (Nur Habibie).

http://www.suara.com/news/2015/09/03/190724/kak-adhyaksa-dault-pesan-soal-kegilaan-boyband

Ikut Pramuka, Iqbaal CJR Pernah Makan Nasi Mentah

Bintang.com, Jakarta Kegiatan pramuka memang sangat menyenangkan bagi anak-anak sekolah. Banyak pengalaman yang lucu serta unik untuk diingat ketika menjalani kegiatan tersebut. Seperti dengan salah satu personel CJR, Iqbaal. Ketika mengikuti latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), ia pernah makan nasi mentah.
Iqbaal menceritakan kala itu dirinya sedang ikut LDKS di Cibodas, Jawa Barat. Sebagai seorang pramuka, beberapa keperluan makan di grupnya pun dimasak sendiri. Alhasil, karena semuanya laki-laki, mereka terlalu buru-buru ketika menanak nasi.
"Ikut LDKS di Cibodas, di situ dibantu kakak-kakak pramuka, bikin tenda, masak nasi sendiri, namanya cowok ga sabaran nasinya masih keras," kata Iqbaal di acara Indonesia Scouts Challenge, Kantor Kwarnas, Jl. Medan Merdeka Timur no.6, Gambir, Jakarta Pusat (3/9).
Salah satu pelajaran dalam kegiatan pramuka adalah tentang latihan bekerjasama dengan satu grup. Ketika melakukan aktivitas bareng ini, ada ego yang ditahan oleh masing-masing anggota demi keutuhan grup. "Namanya orang pasti punya ego saat ngelakuin bareng-bareng. Di pramuka harus bisa menahan ego," tutur Iqbaal.
Iqbaal pun mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan pramuka. Mereka baru-baru ini juga didaulat sebagai duta Indonesia Scouts Challenge.

"Kami sangat bangga bisa menjadi bagian Indonesia Scouts Challenge, ini merupakan kegiatan positif. Kami merasakan impact langsung, energi positif buat kita sendiri. Sekolah kan ada pramuka juga. Kalau aku pribadi impact langsung sebagai anggota pramuka di sekolah," tandas Iqbaal CJR.

http://www.bintang.com/celeb/read/2309480/ikut-pramuka-iqbaal-cjr-pernah-makan-nasi-mentah

Olivia Zalianty Ajak Anggota Pramuka Berempati

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Artis Olivia Zalianty menginginkan anggota Pramuka baik Siaga maupun Penggalang memiliki rasa empati dan tenggang rasa sejak kecil melalui kegiatan perkemahan.
"Manfaat berkemah itu sangat banyak dan masih bisa saya rasakan sampai sekarang, contohnya bisa hidup di mana saja dengan keadaan yang terbatas," kata artis yang aktif sebagai anggota Kwarnas Gerakan Pramuka bidang Infomasi dan Komunikasi itu usai konferensi pers "Indonesia Scouts Challenge" di Gedung Kwarnas Jakarta, Kamis.
Oliv mengatakan kegiatan perkemahan yang biasa diselenggarakan oleh pramuka di setiap sekolah akan menumbuhkan sifat mandiri dan kreatif pada anak ketika mereka tinggal di lingkungan yang asing.
Selain itu, aktris yang aktif menjadi anggota Pramuka ini menceritakan pengalaman berkemah saat SD yang membuatnya bisa mencintai alam meskipun ada keterbatasan MCK di lingkungan tersebut.
"Akhirnya saya terbiasa dan tidak kaget kalau harus hidup di tempat yang tidak diinginkan, jangankan hotel berbintang, MCK saja terbatas," kata artis yang dikenal dalam Serial TV Ada Apa dengan Cinta tersebut.
Selain Oliv, grup vokal remaja CJR, yang dipilih sebagai duta Indonesia Scouts Challenge pun merasakan langsung manfaat positif dari kegiatan Pramuka yang diikuti di sekolah mereka masing-masing.
Iqbal, Kiki, dan Aldy juga menceritakan pengalaman seru mereka saat terlibat dalam Indonesia Scouts Challenge.
"Waktu ikut East Java Scouts Challenge merasakan harus memasak nasi. Karena nggak sabar, nasi yang dimasak masih keras. Menjadi anggota Pramuka harus bisa menekan ego untuk bekerja sama dengan anggota lain," kata salah satu personel CJR, Iqbal.
Untuk menarik minat anak-anak, CJR akan mengajak penggemarnya, yang disebut Comate, untuk aktif mengikuti Pramuka di sekolah.
"Kami akan ajak Comate lewat Twitter dan Facebook untuk ikut Pramuka. Semoga bisa memberi semangat," kata Kiki CJR.

Kisah 12 Pramuka Kutim Ikut Jambore Internasional

Mengikuti Jambore Internasional Pramuka di Kirara Hama, Jepang, menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kenyataan itulah yang dirasakan oleh 12 orang anggota Pramuka dari Kutim yang terpilih mengikuti kegiatan dimaksud pada 28 Juli sampai 6 Agustus lalu.

BANYAK kegiatan yang dilaksanakan saat kegiatan jambore di Negeri Sakura itu. Dari berbagai kegiatan yang diikuti, ternyata para pramuka Kutim mengaku sangat menggemari program community. Program berupa pembelajaran tentang kebiasaan dan kultur bangsa Jepang, terasa membekas di hati. Melalui kegiatan ini semua peserta jambore diajak berkeliling ke sejumlah tempat di Jepang.

Althariq Ishel Rafiansyah, salah seorang pramuka asal Kutim menyebutkan, pelaksanaan program dimaksud dilakukan secara bergantian secara berkelompok. Tempat yang dituju antara lain bangunan pemerintahan, sekolah-sekolah mulai dari jenjang dasar, menengah hingga tingkat atas.

“Salah satu hal yang menjadi masalah adalah kami (Pramuka Indonesia, Red) agak susah berkomunikasi dengan orang Jepang,” sebut Althariq.

Meskipun demikian, dia mengaku tetap mengagumi semua hal berbau Jepang. Menurutnya masyarakat Jepang sangat cinta tanah airnya, sehingga bahasa yang digunakan hanya bahasa Jepang. Warga Matahari Terbit itu tidak terlalu mendalami bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Warga setempat apabila diajak berbicara dengan bahasa Inggris, kebanyakan hanya menjawab dengan satu atau dua kata saja, kecuali panitia pelaksana kegiatan Jambore Internasional.  Selain itu, peserta jambore juga diajak ke tempat pembuatan kereta tercepat di Jepang, Shinkansen.

Althariq bersama rekan pramuka yang lain sangat terkesan dengan semua pengalaman dimaksud. Mereka siap mengambil hal-hal positif dari salah satu negara termaju di Asia tersebut, untuk kemudian diterapkan di Indonesia. Mulai dari budaya. disiplin, kerja keras, hingga semua keteraturan serta rasa cinta tanah air yang tinggi.

Perlu diketahui, 12  anggota pramuka yang mewakili Kwarcab Kutim pada Jambore Internasional tersebut sebelumnya mengikuti proses seleksi yang ketat, bersaing dengan ribuan pramuka lain. Pada akhirnya hanya terpilih 12 orang saja. Mereka adalah Althariq Ishal Fafiansyah dari SMP YPPSB M Shalahuddin Yusuf (SMPIT DHBS), Andina FItriasiska Putri (SMP 1 Bengalon), Syehena Thertiea Sulaiman (MAN 1 Sangatta Utara).

Selanjutnya M Rizky Ramadhan (SMP 1 Sangatta Utara), Alvi Sindi Ayu Larasati (MAN 1 Sangkulirang). M Fiqri Jusardi Putra (SMP YPPSB). Berikut Fristyani Athika (SMP 1 Muara Ancalong), Riska (SMA 1 Sangkulirang), Risky Nugraha (SMA 2 Sangatta Utara), Frigate Rario Yusuf (SMA 2 Sangatta Utara), dan Vira Avrellya (SMA 2 Sangatta Utara).

Sebagai ucapan terima kasih karena telah sukses mewakili daerah dan menjadi duta bangsa, 12 anggota pramuka tersebut mendapatkan cendera mata dari Bupati Ardiansyah Sulaiman. Diserahkan setelah  pelaksanaan upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-54 Gerakan Pramuka di halaman Kantor Bupati, beberapa waktu lalu. (hms7/san/k9)

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/242541-kisah-12-pramuka-kutim-ikut-jambore-internasional.html

Jumat, 04 September 2015

Adhyaksa Nostalgia Gara-gara Pramuka Bisa Jadi Menpora

Penyelenggaraan Indonesia Scout Challange akan menyadarkan kalangan remaja

Suara.com - Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault mengaku senang dengan penyelenggaraan Indonesia Scout Challange karena acara ini bisa membuat kegiatan Pramuka lebih dikenal generasi muda.
"Ikut Pramuka itu bisa buat kita menjadi disiplin dalam keseharian hidup kita, biar kita menghargai waktu," kata Adhyaksa di Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Adhyaksa bercerita karena ikut kegiatan Pramuka dia berhasil menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dan memimpin sejumlah organisasi.
"Saya pas ikut Pramuka waktu dulu sampai sekarang, saya bisa menjadi Menpora, KNPI berkat ikut Pramuka," ujarnya.
Penyelenggaraan Indonesia Scout Challange akan menyadarkan kalangan remaja tentang manfaat kegiatan Pramuka.
"Bukan hanya disiplin, tapi juga bisa membuat team work yang lebih kompak lagi," katanya. (Nur Habibie).
http://www.suara.com/news/2015/09/03/183004/adhyaksa-nostalgia-gara-gara-pramuka-bisa-jadi-menpora

Kompetisi pramuka "Indonesia Scout's Challenge 2015" dibuat modern

Jakarta (ANTARA News) - Kwartir Nasional (Kwarnas) menghadirkan kompetisi Pramuka bernama "Indonesia Scouts Challenge" (ISC) 2015 yang diberi sentuhan permainan modern agar menambah minat anak berpartisipasi dalam ajang ini.
"Kami mengubah kemasan permainan di kompetisi ini dengan lebih menarik, seperti menggunakan televisi LED pada permainan cerdas cermat," kata penggagas ISC Azrul Ananda usai konferensi pers di Gedung Kwarnas Pramuka, Jakarta, Kamis.
Azrul mengatakan kemasan permainan modern pada Pramuka merupakan pendekatan yang dipakai ISC dan Kwarnas untuk memperkenalkan bahwa Pramuka merupakan organisasi yang positif dan memberi banyak manfaat.
Menurutnya, anak-anak generasi tahun 2000an lebih dekat dengan permainan teknologi sehingga permainan ketangkasan dan cerdas cermat di kompetisi ini dikemas dengan penggunaan teknologi canggih seperti layar lebar LED dan memasukkan karakter kartun modern, seperti Minions di dalamnya.
Dengan demikian, anak-anak berusia 7-10 tahun yang tergolong dalam anggota Siaga, dapat menumbuhkan sifat positif yang dibangun dari Pramuka, seperti kerja sama, kedisplinan, ketangkasan dan keberanian.
Senada dengan itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyampaikan kompetisi yang ditujukan oleh Penggalang Ramu kelas 4 dan 5 SD ini, tidak mengesampingkan Dasa Darma Pramuka meskipun ada sentuhan permainan modern.
"(Kompetisi) ini seperti program revitalisasi Pramuka yang digaungkan Kwarnas karena ISC hadir sebagai bentuk nyata yang dikemas lebih aktif dan kreatif," kata Adhy.
ISC yang digelar di tujuh provinsi, seperti Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, ini memberikan kesempatan untuk setiap regu di kabupaten atau kota berpartisipasi.
Nantinya, dua regu dari putra dan putri yang lolos hingga ke babak final pada seleksi nasional akan memenangkan hadiah utama berlibur dan belajar ke Amerika Serikat.

Kwarnas-Jawa Pos Group Modernisasi Pramuka lewat Indonesia Scouts Challenge 2015

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka terus melakukan inovasi dalam proses transformasi gerakan pramuka. Inovasi yang dilakukan berupa diadakannya kegiatan Indonesia Scouts Challenge (ISC) yang digagas Kwarnas dan Jawa Pos Group.
ISC 2015 merupakan aktivitas berkemah sekaligus kompetisi seru untuk Penggalang Ramu. Yakni, anggota pramuka yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD atau sederajat. Kompetisi dilakukan mulai tingkat kota kabupaten, provinsi, hingga nasional.

"ISC merupakan rebranding pramuka bagi anak muda agar lebih relevan dengan zaman sekarang untuk ditingkatkan kualitasnya," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di gedung Kwarnas, Jakarta, Kamis sore (3/9).

Kompetisi kepramukaan tersebut akan hadir dengan konsep lebih lebih fun dan modern. Nantinya juga disediakan hadiah jalan-jalan ke Amerika Serikat bagi kelompok yang juara.

Melalui konsep modernisasi ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan pramuka yang selalu berkaitan dengan kegiatan positif.

"Dampak positif pramuka enggak ada bandingannya dengan olahraga lain. Sebab pramuka diajarkan keterampilan, kerja sama, dan pembentukan karakter yang tidak dapat di sekolah," ujar Direktur Utama Jawa Pos Group Azrul Ananda.

Indonesia Scouts Challenge 2015-2016 akan bergulir di tujuh provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Demi mendukung minat peserta pramuka, boyband CJR didaulat sebagai duta besar ISC. (ded/JPG)

http://www.jawapos.com/read/2015/09/03/2652/kwarnas-jawa-pos-group-modernisasi-pramuka-lewat-indonesia-scouts-challenge-2015/2

Dari Pramuka, Cewek Ini Ketemu Wakil 144 Negara di Jepang

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat untuk Rosmahariyanti Fatimah. Dunia pramuka Dia tekuni sejak lulus SD, sama seperti ayahnya yang menggeluti kegiatan penuh petualangan itu selama 35 tahun.

Rosma, panggilan akrabnya,  mengenal pramuka melalui kakak pembina gugus depan kwartir cabang di SMP Patra Dharma 1 Balikpapan. “Saya diajak ikut lomba satuan di Kilometer 12, Waduk Manggar, tahun 2012,” kenangnya.

Sejak itu, ia aktif kegiatan pramuka penggalang hingga mendapat prestasi berupa Garuda. “Saya harus mengikuti lima tes kompetisi selama seminggu untuk mendapatkan Garuda,” jelas perempuan kelahiran Balikpapan, 1 Juli 2000, itu.

Berkat keaktifannya di pramuka, pada usia yang masih terbilang belia, Rosma dapat menjelajah mancanegera. Perjalanan pertamanya ke Malaysia untuk mengikuti 4th International Jengka Jamboree and 1st Agoonoree tingkat Asia yang dilaksanakan 15–20 April 2014.

Tahun berikutnya, Rosma berkesempatan menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit, Jepang, untuk tingkat internasional. “Saya menjadi perwakilan dari Balikpapan yang tergabung dalam 22 orang provinsi se-Kaltim untuk kegiatan 23rd World Scout Jambore Scout Mondial Japan 2015,” ucap bungsu dari dua bersaudara itu.

Kegiatan selama 25 Juli hingga 11 Agustus tersebut memberangkatkan 425 orang dari setiap provinsi. Anggota pramuka itu mesti memenuhi syarat seleksi, yaitu memiliki prestasi Garuda serta pengalaman mengikuti kegiatan pramuka di luar negeri.

Bagi anggota pramuka yang dinilai memiliki keaktifan tinggi mendapat hadiah berupa 100 persen dibiayai kwartir daerah. “Di Kaltim ada dua yang dibiayai, saya dan anggota pramuka dari Samarinda, Muhamad Ali,” ucap siswi kelas sepuluh SMA Dwi Warna Bogor itu.

Selama di Jepang, Rosma mengaku senang dan tidak ingin pulang karena telah menjalin pertemanan dengan perwakilan seluruh negara. “Saya bertemu 34 ribu peserta dari 144 negara,” ucapnya.

Selain berkenalan dan games, terdapat pertunjukan budaya yang dilakukan tiap negara. “Saya bersama teman-teman memakai baju adat daerah. Karena saya dari Kalimantan, saya memakai baju adat Dayak,” paparnya.

Hal tersebut dinilai positif oleh wartawan setempat, pakaiannya menuai pujian. “Mereka bilang baju yang saya pakai sangat bagus,” ujarnya.

Selain itu, Rosma membuka lapak untuk kegiatan pertukaran tanda atribut dan baju Pramuka Indonesia. “Kami tukaran atribut dan cende ramata, bahkan sampai melakukan kunjungan camp antarnegara,” tuturnya.

Anggota pramuka dari negara lain juga terkesan dengan Pramuka Indonesia. “Mereka bilang kami sangat ramah. Tim Australia, bahkan mendatangi camp kami untuk mengajak dinner bersama,” jelasnya.

Rosma mengunjugi ibu kota Tokyo dan kota yang diguncang bom atom pada Perang Dunia II silam. “Kami diajak ke Tokyo untuk jalan-jalan dan Hiroshima untuk mengunjugi museum serta bangunan sisa pengeboman,” ucap putri dari pasangan Kashariyanto dan Johana Rosmalia.

Pengalamannya sangat berkesan, sehingga ingin melakukan perjalanan lintas negara lagi. “Sekarang, saya berusaha mulai dari nol untuk jadi pramuka penegak garuda sehingga bisa keluar negeri lagi,” ucapnya.

Dukungan keluarga juga terus mengalir padanya. Johanna, ibu Rosma berharap dari kegiatan pramuka, Rosma dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. “Saya bangga lihat dia masuk pramuka karena bisa menghormati orang lain, serta mandiri,” pungkasnya. (*/ane/kri/k8

sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/242735-dari-pramuka-cewek-ini-ketemu-wakil-144-negara-di-jepang.html

CJR Ajak Comate Masuk Pramuka


JAKARTA, KOMPAS.com -- Boyband CJR yang terdiri dari Teuku Rizky Muhammad atau Kiki, Alvaro Maldini Siregar atau Aldi, dan Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan atau Iqbaal, mengajak para penggemarnya yang biasa disebut Comate, turut bergabung ke dalam wadah organisasi Praja Muda Karana (Pramuka).


"Kami bakal ngajak para Comate yang duduk di SD melalui Twitter kami supaya ikut Pramuka. Soalnya, media yang paling gampang adalah socmed. Semoga mereka semangat," ujar Kiki dalam jumpa pers ISC 2015-2016, di Gedung Pramuka, Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015). 

Kiki, Aldi, dan Iqbal, yang didapuk menjadi menjadi duta program ISC berupaya merangkul anak muda sebaya untuk ikut Pramuka. "Sekarang kan anak-anak suka main handphonegadget dan lain-lain. Berhubung kami bertiga aktif di socmed, kami start dari situ," kata Kiki. 

Sementara itu, Aldi mengatakan, sejak SD hingga SMP, ia tak pernah terlibat dalam organisasi Pramuka. Namun, semenjak duduk di bangku SMA, Aldi baru merasakan nilai-nilai dan mafaat positif ketika bergabung di organisasi tersebut. 

"Aku pas gabung Pramuka, banyak hal yang positif. Makanya, aku mau ajak Comate," kata Aldi.

ISC sendiri merupakan aktivitas berkemah dan berkompetisi yang memperebutkan gelar juara nasional. Nantinya, pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Pramuka di Amerika Serikat. ISC akan digelar di tujuh provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

http://entertainment.kompas.com/read/2015/09/04/095147310/CJR.Ajak.Comate.Masuk.Pramuka
 
Copyright © 2015 Scout Radio Indonesia