BREAKING

Rabu, 26 Agustus 2015

Generasi Pelopor Masa Depan Adalah Pramuka


HARIANACEH.co.id — Praja Muda Kirana atau akrab disingkat Pramuka diharapkan mampu menjadi generasi pelopor di masa depan. Demikian dikatakan, Wakil Walikota Langsa Marzuki Hamid ketika menjadi pembina upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-54 tahun 2015, di lapangan merdeka Kota Langsa, Senin (24/8/2015).
“Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi pelopor yang mampu melahirkan pemimpin dimasa yang akan datang,” ujar Marzuki berharap.
Ia mengaku bahwa keberadaan Pramuka sebagai organisasi pengkaderan merupakan jawaban atas tuntutan perubahan karakter kaum muda. Sehingga ke depan kaula muda menjadi tokoh pemimpin yang handal, inovatif dan kreatif.
Pramuka juga diharapkan Marzuki, agar tampil sebagai pribadi yang tangguh, disiplin dan berkeilmuan. Ia mengajak segenap kader Pramuka untuk berbakti kepada nusa dan bangsa melalui belajar dengan giat dan berprestasi.
“Momentum HUT ke-54 ini menjadi motivasi dalam belajar, berprestasi, kreatif dan memiliki jiwa kepemimpinan,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa Syarifuddin Razali selaku ketua panitia HUT Pramuka ke – 54, menuturkan perkembangan Pramuka di daerah itu begitu membanggakan.
Dia berharap kreativitas, disiplin dan prestasi Pramuka terus di tingkatkan dan semakin terdepan di masa mendatang.
Dalam perayaan hari jadi Pramuka itu juga diumumkan pramuka terbaik se-Kota Langsa yang diraih Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Langsa Baro. (HAI/Rian)

Pramuka Diminta Manfaatkan Medsos untuk Promosikan Pariwisata

HAMPIR setiap anggota pramuka punya media sosial, bahkan banyak yang punya lebih dari dua. Ini terungkap dalam materi media sosial dalam JOTA (Jambore On The Air) Ke 77, dan Jambore On The Internet (JOTI) Ke 35 tingkat nasional di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta. 

Ikut Jambore Pramuka di Cibubur 3 Hari, 500 Napi 'Bebas'

Liputan6.com,Jakarta 500 Narapidana dapat menghirup udara bebas selama 3 hari, dari 25 sampai 27 Agustus 2015. Para warga binaan dari lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan), dan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) ini mengikuti Jambore Pramuka diperkemahan Cibubur, Jakarta Timur.


Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar Kepramukaan dan Perkemahan Pemasyarakatan 2015 bagi 500 napi. Seluruh napi ini berasal dari lapas, rutan, dan LPKA di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, para warga binaan yang seluruhnya sudah memasuki masa asimilasi atau masa adaptasi sebelum bebas dari penjara itu, melakukan berbagai kegiatan kepramukaan.

Kegiatan itu mendapat antusiasme hampir seluruh peserta. Misalnya, Hadi Sonata (30), warga binaan kasus narkotika dari Lapas Kelas I Cipinang ini senang mengikuti acara yang jarang atau bahkan tidak pernah ada sebelumnya. Sebab dengan kegiatan ini, setidaknya dapat menghirup udara bebas dari penjara selama 3 hari.

"Kegiatan ini menarik sekali, seru. Baru kali ini kita ke luar penjara. Selama ini kan di dalam terus," ujar Hadi saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (25/8/2015).

Menurut Hadi, sebelum terjun ke Bumi Perkemahan Cibubur, kelompoknya di Gugusan Depan (Gudep) Latucip ini sempat mendapat pelatihan kepramukaan di lapas. Sama seperti gudep-gudep lain dari lapas, rutan, dan LPKA lain. Masing-masing gudep ini akan bersaing dalam berbagai kegiatan outbond‎ dan perlombaan.

"Kita dilatih dulu. Latihan musik, latihan memasak, atau kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya berkreatifitas. 1 Gudep terdiri dari 16 orang, 2 pembina, dan 2 petugas pengamanan. Gudep kita namanya Gudep Latucip. Latucip, Lapas Kelas I Cipinang," jelas napi kasus narkoba berusia 30 tahun ini.



Hadi yang sudah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan dari masa hukuman 7 tahun ini, berharap kegiatan ini dapat membuat para peserta mandiri, bertanggung jawab, dan disiplin. Dia juga berharap keterampilan yang selama ini ia dapatkan, baik di penjara maupun sepanjang mengikuti kegiatan Pramuka, dapat berguna setelah ia bebas nanti.

"Ini sangat-sangat berguna bagi warga binaan. Misalnya, contoh kecil yang tadinya kita waktu sekolah tidak tahu atau tidak pernah ikut Pramuka, jadi mengetahui lebih jauh karena ikut langsung Pramuka," ucap dia.

"Dan ini melatih kemandirian kita, tanggung jawab kita, kedisplinan kita, sekaligus punya skill yang mungkin bisa kita bawa nanti setelah keluar penjara. Karena ini pengalaman yang bisa kita dapat. Karena Pramuka di lapas dengan Pramuka di luaran sana tentu beda," sambung Hadi.

'Kebabasan' selama 3 hari ini juga dirasakan napi lain. Misalnya, Evi Budi Susanti. Perempuan 36 tahun dari‎ Gudep 08.132 Lapas Wanita Semarang ini antusias bisa berkegiatan di luar lapas.

"Asik, senang, karena bisa diajak jalan-jalan, enggak dikurung terus," ucap dia.

Napi kasus sengketa rumah ini mengaku, kegiatan seperti ini banyak membawa manfaat. Terutama untuk mempersiapkan diri para napi sebelum bebas dari penjara.

"Jadi bisa siapkan diri kalau kita keluar nanti. Jadi ketika keluar, di masyarakat, kita tidak takut lagi dikucilkan," kata Evi yang dihukum 1 tahun 6 bulan ini.

‎Tidak kurang dari 500 narapidana se-Jawa dan Lampung mengikuti kegiatan Kepramukaan dan Perkemahan Pemasyarakatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. 

Seluruh napi berasal dari lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan), dan lembaga peminaan khusus anak (LPKA) di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrowi menjadi inspektur upacara ‎pada pembukaan kegiatan yang akan berlangsung dari 25 sampai 27 Agustus 2015 ini.

‎Selama berkemah, seluruh peserta akan mengikuti berbagai kegiatan outbond dan berbagai perlombaan seperti lomba ketangkasan, lomba keterampilan, pemutaran film, ceramah kepramukaan, dan kegiatan petualangan. Seperti kegiatan perkemahan pada umumnya, kegiatan bagi napi ini akan ditutup dengan api unggun dan pentas seni.

Adapun peserta Kepramukaan dan Perkemahan Pemasyarakatan 2015 ini terdiri dari 26 gugus depan (Gudep) yang telah terbentuk di setiap lapas, rutan, dan LPKA. Setiap gudep diikuti 20 orang dengan komposisi 16 warga binaan, 2 pembina, dan 2 petugas pengamanan. (Rmn/Mar)

http://news.liputan6.com/read/2301980/ikut-jambore-pramuka-di-cibubur-3-hari-500-napi-bebas

JOTA (Jambore On The Air) Ke 77 dan Jambore On The Internet (JOTI) Ke 35 Tingkat Nasional

KWATIR Nasional Gerakan Pramuka dan Tim ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) kembali mengadakan JOTA (Jambore On The Air) Ke 77, dan Jambore On The Internet (JOTI) Ke 35 tingkat nasional. Kegiatan itu diadakan di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta, dari Jumat-Minggu, (21-23 Agustus 2015).

“Indonesia dengan wilayah begitu luas tentunya sangat terbantu dengan radio dan internet, ini harus kita maksimalkan untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan antar generasi muda di berbagai daerah," ujar, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kominfo Lusia Adinda Lebu Raya  dalam sembutannya mewakili di TRW, Cibubur, Jakarta (21/08). 
Dalam sambutannya itu, Lusia juga meminta semua anggota gerakan pramuka untuk saling menguatkan potensi daerah. “Mari kita saling mempromosikan pariwisata dan kegiatan positif di tiap daerah dengan radio dan internet”, Ajaknya.

Setelah pembukaan, acara selanjutnya adalah seminar bertajuk “Morse Dengan Gagget” yang diisi oleh Onno W Purbo (Pakar Teknologi Informasi). 
Nama besar dan rekam proses Onno W Purbo menjadikan peserta sangat antusias mengikuti sesi ini. Onno langsung mengajak peserta praktek menggunakan morse menggunakan Gadget dan komputer. 
“Kita akan dapat hal baru setelah praktek, adek-adek Pramuka jangan sungkan bertanya,” ujar penulis banyak buku tentang IT dan pendiri Computer Network Research Group ini. 
Onno W Purbo juga menyarakankan agar Kwarnas Gerakan Pramuka mengadakan IT Camp atau semacam Jambore Dunia khusus IT dengan mengundang negara-negara lain. “Jika dipersiapkan dengan serius, kita pasti mampu,” tegas Onno W Purbo.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Rizky Dwi Ananda menjelaskan kegiatan ini diikuti 400 anggota Pramuka Penggalang, Penegak , Pandega dan Pembina se wilayah Jabodetabek,  
“Jumlah itu belum termasuk yang di daerah, JOTA perdana hari ini dilakukan dengan anggota Pramuka di Sulawesi Utara dan JOTI dengan anggota Pramuka di Sumatera Selatan, kita semua terkoneksi,” jelas Rizky yang juga aktif di Dewan Kerja Nasional (DKN) ini.

Selanjutnya pada hari kedua akan diadakan fox hunting, komunikasi radio amatir, simulasi kegiatan menggunakan HT, chatting, video call, call discuss via teamspeak, seminar membangun komunikasi dalam keadalaan darurat, dan seminar media sosial yang akan diisi oleh Hariqo Wibawa Satria dari Kwarnas Gerakan Pramuka dan Tim Siber Pramuka. 

CSR Bank BJB Topang Pramuka Kwarda Jabar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Harapan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar memiliki armada operasional tambahan akhirnya tercapai. Bank BJB melalui program corporate social responsibility (CSR) memberikan bantuan mobil operasional microbus jenis elf kepada Pramuka Kwarda Jabar, belum lama ini.    
Secara simbolik, kunci mobil operasional itu diserahkan langsung oleh Dirut Bank BJB Ahmad Irfan kepada Ketua Pramuka Kwarda Jabar Dede Yusuf. Penyerahan kendaraan operasional itu disaksikan oleh Gubernur Jabar yang juga Ketua Mabida Pramuka Kwarda Jabar H Ahmad Heryawan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka di Alun-alun Kota Bekasi.  
Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan mengapresiasi Bank BJB yang menaruh perhatian terhadap kegiatan pendidikan kepanduan di Provinsi Jabar. Menurut dia, Jabar memiliki segala potensi, luas wilayah dan karakteristik daerah yang dapat dijadikan arena pendidikan dan pembinaan dalam Gerakan Pramuka.
Kondisi geografi berupa perbukitan dan pegunungan di Jabar, menuntut Kwarda Jabar harus memiliki kendaraan operasional yang tangguh. Kata Aher, program CSR Bank BJB tersebut seolah menjadi jawaban atas kebutuhan Kwarda Jabar akan kendaraan operasional.
Vice President Divisi Corporate Secretary Bank BJB Hakim Putratama mengatakan, melalui program ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas dan aktivitas pengurus Pramuka Kwarda Jabar dalam menjangkau kegiatan di berbagai daerah. ''Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bank BJB di bidang pendidikan untuk sosial lingkungan,'' ujarnya di Bandung, Selasa (25/8). 
Pihaknya berharap, bantuan ini bisa dimaksimalkan oleh Pramuka Kwarda Jabar. Pihaknya memandang Gerakan Pramuka yang terilhami dari Gerakan Scouting yang dipelopori oleh Baden Powell di Inggris era 1900-an, dibentuk sebagai gerakan pelopor dalam pembinaan intensif untuk generasi muda.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/08/25/ntmw1z371-csr-bank-bjb-topang-pramuka-kwarda-jabar

Suasana Hari Pertama JAMDA III Kwarda Kep.Bangka Belitung

PANGKALPINANG- Gubernur Kep. Bangka Belitung Rustam Effendi rencananya akan membuka secara resmi kegiatan Jambore Pramuka tingkat Daerah Babel. Pembukaan akan digelar di lapangan upacara utama Bumi Perkemahan Depati Amir, Balunijuk, Merawang, Bangka besok (26/8) pukul 08.00 WIB. “Sudah dipastikan tadi bahwa gubernur akan membuka secara langsung kegiatan ini,” tegas Ketua Harian Kwarda Babel, Hardijono.
Seluruh jajaran pejabat di tingkat provinsi trmasuk seluruh Anggota DPRD Babel pun akan diundang untuk hadir pada pembukaan tersebut. Dengan begini, Hardijono berharap bahwa para pejabat Pemprov dapat menyaksikan secara langsung event besar tingkat daerah yang diikuti para pramuka penggalang. Sehingga, tidak ada yang mengecilkan keberadaan pramuka itu sendiri.
“Para pejabat daerah harus menyaksikan langsung bagaimana ribuan anggota pramuka berkumpul dan berkegiatan. Mereka ini dalam usia emas pembinaan agar bisa menjadi generasi penerus bangsa. Setelah ini, tentunya para pejabat pemerintahan bisa lebih mendukung keberadaan pramuka,” kata Hardijono. (aka)
Sumber: babelpos.co.id

Jadikan KRI Makassar 590, KampusTerapung kita

Sebanyak 509 peserta, pinkonda, dan bindamping Pelayaran Lingkar Nusantara V Tahun 2015 dari 28 Kwarda se-Indonesia akan berlayar dengan KRI Makassar 590, kecepatannya 10 knot, jumlah jam layar 18 hari, jumlah jam sandar 16 hari, dan jarak 4587 NM.
Pelayaran dg route Jakarta-Mamuju,-Palu-Nunukan/Sebatik-Bitung-Ampana-Parigi Moutong(berkemah)-Poso-Ende-Jakarta.
Disinilah mental,jiwa,hati,dan raga kita ditempa jiwa nasionalisme, rasa bela negara, persatuan kesatuan serta cinta tanah air kita.
Beda suku, beda agama akan menyatukan jiwa kami dlm mempertahankan NKRI.
Cinta Negeri, Cinta Bahari
Bravo dulu Saka Bahariku (Kak Gatik Pandega)

Menkumham: Pramuka Bekal Napi Kembali ke Masyarakat

Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan kegiatan Pramuka yang dilakukan warga binaan atau narapidana dapat membentuk sikap disiplin, tangguh dan percaya diri sebelum akhirnya kembali berkumpul dengan masyarakat.
"Pramuka kan itu mendidik mereka dispilin, tangguh dan percaya diri. Untuk itu kita bekali di sini. Karena lapas bagian dari pembinaan, bukan penghukuman," ujar Yasonna saat menghadiri perkemahan warga binaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (25/8/2015).
Yasonna mengatakan, setelah mengikuti kegiatan Pramuka, napi harus menjadi manusia yang baru.
"Saya senang dengan kegiatan-kegiatan ini. Modal dari sini, pelajaran hidup dari sini. Sekarang mereka harus jadi manusia yang baru," lanjutnya.
Ratusan warga binaan dari Lembaga Permasyarakatan (LP), Rumah Tahanan (Rutan), dan lembaga khusus anak se-Pulau Jawa dan Lampung mengikuti kegiatan perkemahan permasyarakatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini diharapkan bisa memupuk rasa nasionalisme warga binaan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi pemasyarakan Kantor Wilayah DKI Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Perkemahan Basmanizar mengatakan, kegiatan Pramuka di luar tembok penjara ini adalah bagian dari proses asimilasi untuk pemulihan rasa percaya diri warga binaan. Perkemahan ini diharapkan bisa memupuk rasa nasionalisme serta menghidupkan semangat gotong-royong.
"Warga binaan diharapkan mampu mandiri dalam kehidupannya usai menjalani pidana, dan percaya diri di lingkungan masyarakat," katanya.
Peserta perkemahan pemasyarakatan 2015 terdiri dari 26 gugus depan yang telah terbentuk di setiap lapas, rutan, dan LPKA. Selain berkemah, warga binaan memamerkan berbagai karya menarik dan unik hasil kerajinan tangan. Kegiatan ini juga diisi dengan perlombaan dan petualangan. Api unggun dan pentas seni akan menutup kegiatan ini pada 27 Agustus mendatang.
(DEN)

Pramuka tingkatkan kualitas warga binaan melalui perkemahan pemasyarakatan 2015

Ada sedikit perbedaan di perkemahan Pramuka kali ini, biasanya, pertemuan Pramuka dikuti oleh pemuda-pemudi, baik yang aktif di gugus depan, maupun yang tidak. Tapi, kali ini, perkemahan pramuka diikuti oleh para warga binaan se-Jawa dan Lampung.
Pertemuan besar Pramuka penegak dan pandega yang dikemas dalam bentuk perkemahan pemasyarakatan tingkat Jawa dan Lampung itu, digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menpora, Kak H. Imam Nahrowi, S.Ag selaku anggota majlis pembimbing nasional, sore ini, Selasa, 25 Agustus 2015. Pukul 16.00 WIB.
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Perkemahan Pemasyarakatan Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Pemasyarakatan Dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian dan Nasionalisme” ini, bertujuan untuk membina dan mengembangkan mental, fisik dan ajang pertukaran pengalaman, pandangan dan pendapat diantara para Pramuka warga binaan.
Dalam sambutannya, Kak Imam Nahrowi mengatakan, bahwa Pramuka merupakan andalan bagi terciptanya para pemuda berkarakter pembangun bangsa.”Pramuka mampu membentuk pribadi bangsa Indonesia yang sesungguhnya, berbudi pekerti luhur, disiplin, peduli sesama, serta bertanggung jawab" Tandasnya.
Lebih lanjut, Menpora menganjurkan agar kaum muda untuk bergabung dan mengikuti kegiatan Pramuka. "Mari kita ajak teman, sahabat, saudara-saudara kita untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka, buktikan bahwa perubahan dapat terjadi di mana saja, termasuk untuk para warga binaan. Ungkapnya
Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 25 s.d 27 Agustus 2015 ini, diikuti dari berbagai Provinsi se-Jawa dan Lampung, yaitu: Provinsi Jawa Barat mengirimkan 7 Gugus Depan, Banten 4 Gugus Depan, DKI Jakarta 6 Gugus Depan, DI Yogyakarta 1 Gugus Depan, Jawa Tengah 2 Gugus Depan, Jawa Timur 2 Gusus Depan, dan Provinsi Lampung 1 Gugus Depan. Adapun jumlah keseluruhan peserta sebanyak 504 orang, yang terdiri dari 354 warga binaan dan 150 orang pembina.
Turut hadir juga, Menkumham, Kak Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., Inspektorat Jendral Kemenkumham dan Pemasyarakatan, Kepala kantor wilayah kemenkumham DKI Jakarta, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang di wakiki oleh Kak Olivi Zalianti (Andalan Nasional Bidang Informatika), Unsur Kwarda DKI Jakarta.
Di samping itu, dalam banyak kesempatan, Kak Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional, menekankan akan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah revolusi mental sekaligus wadah paling efektif untuk membentuk kemandirian dan nasionalisme pemuda Indonesia.

Selasa, 18 Agustus 2015

Jokowi :"Insya Allah bangsa yang berkarakter dan berkepribadian tidak akan terombang-ambing dalam zaman,"

Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri upacara HUT ke-54 Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Jokowi mendorong revitalisasi gerakan pramuka.

Upacara yang mengusung tema 'Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda' itu digelar Minggu (16/8/2015) mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Jokowi tampil dengan seragam pramuka lengkap.

Jokowi didaulat sebagai inspektur upacara dalam acara itu. Sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault dan sejumlah tokoh lainnya tampak hadir dalam upacara tersebut

"Selamat ulang tahun ke-54 kepada gerakan pramuka di tanah air dan kantor perwakilan di luar negeri. Semoga dapat jadi momentum untuk tingkatkan peran dan sumbangsih gerakan pramuka bagi bangsa. Terutama dalam membangun tunas-tunas muda agar memilik watak, kepribadian, karakter, jati diri sebagai tunas-tunas muda yang kokoh," kata Jokowi dalam amanatnya.

Selain itu, Jokowi juga menyambut baik tema yang diusung pramuka tahun ini. Sebab selaras dengan semangat HUT RI ke-70 yang bertujuan untuk membentuk generasi bangsa yang berkarakter.

"Insya Allah bangsa yang berkarakter dan berkepribadian tidak akan terombang-ambing dalam zaman," ujarnya.

Jokowi menyampaikan, dirinya mendorong kepada revitalisasi gerakan pramuka. Untuk melakukan revitalisai dibutuhkan kerja keras semua pihak, tidak hanya masuk dalam kurikulum pendidikan.

"Tapi bagaimana agar pramuka tetap dimintai, disukai dan relevan," ujarnya.

Kak Adhyaksa Dault, melantik Kak Rafli Effendy sebagai Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka

Jakarta, 18 Agustus 2015. Ka Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault, melantik Kak Rafli Effendy sebagai Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka menggantikan Kak Yudi Suyoto,dan melantik Kak Fahmi Assegaf sebagai wakil ketua Kwarnas bidang BUMGP menggantikan Kak Rafli Effendy.
Selamat Bertugas Kakak-kakak

SBY: Pramuka Bentuk Karakter Cinta Tanah Air dan Cakap Memimpin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan Selamat Hari Pramuka yang jatuh pada hari ini Jumat (14/8) ini. Dalam akun twitter pribadinya, SBY berjanjui akan terus memajukan gerakan Pramuka.
"Melalui gerakan Pramuka, dapat dibentuk putra-putri Indonesia yang patriotik, berkarakter kuat, cinta tanah air, unggul dan cakap memimpin," tulis SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono.
SBY juga menuliskan sejak remaja, ia sudah aktif mengikuti kegiatan Pramuka. SBY melanjutkan, saat menjadi Presiden Indonesia, ia pun tetap mencintai gerakan Pramuka. Ia pun berjanji akan tetap terus memajukan Pramuka.
"Di tangan anak-anak bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi itulah, Indonesia akan jadi negara maju. Selamat Hari Pramuka 14 Agst 2015," tulis SBY lagi.
Seperti diketahui, tanggal 14 Agustus 2015 diperingati sebagai Hari Gerakan Pramuka Indonesia. Pada tahun ini, Gerakan Pramuka Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-54.singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.
foto : scoutradio 
sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/08/14/nt2ymk354-sby-pramuka-bentuk-karakter-cinta-tanah-air-dan-cakap-memimpin

Adhyaksa Minta Pramuka Tak 'Hanya' Jadi Seragam, Namun Pelajaran Wajib

Jakarta - 14 Agustus 2015 adalah HUT Praja Muda Karana (Pramuka) ke-54. Namun, perhatian pemerintah dinilai kurang pada Pramuka. Perhatian seperti apa yang diharapkan? 
 
"Pramuka memiliki Dasa Dharma Pramuka. Sebelum dicetuskannya revolusi mental, nilai-nilai yang revolusi mental khususnya bagi generasi muda ada dalam Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka itu. Makanya Pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih kepada Pramuka," kata Adhyaksa Dault. 
 
Hal itu disampaikan Adhyaksa di sela-sela persiapan Upacara Hari Pramuka (16/8) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta dalam rilis yang diterima hari ini.
 
Lebih lanjut, Adhyaksa menjelaskan bahwa bentuk perhatian Pemerintah misalnya adalah terhadap pelaksanaan kegiatan atau kurikulum Pramuka. Selama ini, Pramuka makin hari hanya menjadi seragam saja.  

Foto: Kwarnas Pramuka

 "Kegiatan Pramuka diwajibkan di tiap sekolah sebagai ekstrakurikuler, namun itu hanya menjadi seragam saja. Tidak ada kewajiban untuk ada pelajaran atau latihan Pramuka di dalamnya. Anak didik jadi tidak mengerti apa dan bagaimana Pramuka," kata Adhyaksa. 
  
Padahal, imbuhnya, Gerakan Pramuka inilah yang berbasis pendidikan karakter yang mampu merealisasikan revolusi mental.  
  
"Mana ada anggota Pramuka tawuran? Mana ada anggota Pramuka tertangkap menggunakan narkoba," tambah Adhyaksa mencontohkan. 

Foto: Kwarnas Pramuka

 Tahun depan, akan diselenggarakan kegiatan Jambore Nasional di Jakarta. Namun hingga kini belum ada pembenahan terhadap fasilitas Jamnas di Cibubur. Ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. 
 
Oleh karena itu, Adhyaksa setuju apabila Pramuka ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), bukan di bawah Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).  

Foto: Kwarnas Pramuka
 
"Pramuka bukan Ormas, tapi organisasi yang menaungi para pelajar dengan berbasis pendidikan karakter," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini.

sumber : http://news.detik.com/berita/2993271/adhyaksa-minta-pramuka-tak-hanya-jadi-seragam-namun-pelajaran-wajib

Jokowi Berikan Penghargaan Lencana Dharma Bakti kepada Tokoh Pramuka

CIBUBUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Lencana Dharma Bakti Bidang Pramuka kepada sekitar 20-an kepala daerah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu 16 Agustus 2015. Penghargaan tersebut diberikan Presiden bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka tingkat nasional ke-54.
Salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan itu adalah Pemerintah Kota Tangerang. Pemberian penghargaan itu diberikan Jokowi langsung kepada Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang.
Penghargaan tersebut diberikan kepada para tokoh yang telah berjasa dalam pengembangan dunia kepanduan di wilayahnya masing-masing. Selain Wali Kota Tangerang, sejumlah kepala daerah juga mendapat penghargaan serupa. Namun, tidak semua kepala daerah mendapat penghargaan tersebut, karena dari 500 lebih kepala daerah hanya 20-an yang mendapatkannya.
Penghargaan dari Presiden tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Pemerintah Kota Tangerang dan jajaran Gerakan Pramuka di Kota Akhlakul Karimah. Tema Hari Pramuka 2015 ini adalah menjadikan Pramuka sebagai garda terdepan dalam perubahan dan pembentukan karakter kaum muda.
"Penghargaan ini buat para penggerak Pramuka dan masyarakat Kota Tangerang," ujar Arief seusia menerima penghargaaan baru-baru ini.
Di Kota Tangerang peringatan Hari Pramuka telah dilaksanakan dengan melibatkan seluruh anggota gerakan Pramuka dari berbagai sekolah di daerah ini. Wali Kota pada kesempatan tersebut juga memberikan penghargaan kepada Kwartir Ranting Tergiat, Gudep Tergiat, dan para tokoh Pramuka pada upacara peringatan Hari Pramuka.
sumber : http://news.okezone.com/read/2015/08/17/65/1197419/jokowi-berikan-penghargaan-lencana-dharma-bakti-kepada-tokoh-pramuka

Curhat Adhyaksa Dault tentang Pramuka

PRAMUKA sering dilekatkan dengan citra kuno dan enggak menarik. Padahal, banyak kegiatan asyik dan penuh manfaat dari gerakan ini.
Setahun terakhir, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menggalakkan rebranding agar Pramuka tidak lagi dianggap basi. Namun, brand bukan satu-satunya masalah yang dihadapi gerakan berusia 54 tahun ini. Dalam perbincangan dengan Okezone di Taman Rekreasi Wiladaktika Cibubur, baru-baru ini,  Adhyaksa pun bercerita banyak hal tentang Pramuka.
Bagi Adhyaksa, Pramuka tidaklah dapat berjalan sendiri, sesuai sifatnya sebagai gerakan. Pramuka, kata Adhyaksa, bukan organisasi politik atau organisasi masyarakat, melainkan organisasi pendidikan non formal.
"Kami dilantik oleh Presiden, SK pun jelas dari Presiden. Oleh karena itu, sekarang kami butuh dukungan penuh Presiden," ujar Adhyaksa.
Dari segi sejarah, imbuhnya, juga sudah jelas. Pataka Pramuka diserahkan dari Presiden pertama RI Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dilanjutkan dengan Presiden Soeharto. Namun di era reformasi, Pramuka sudah mulai ditinggalkan.
"Perhatiannya kurang. Padahal ini wadah paling efektif buat pemuda Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke dari Mianga sampai Pulau Rote, semua memakai kacu yang sama, merah putih," imbuhnya.
Salah satu bentuk perhatian yang diharapkan dari pemerintah adalah dukungan bahwa Pramuka menjadi ekskul wajib di sekolah. Sebenarnya, ujar Adhyaksa, hal tersebut sudah tercantum dalam Kurikulum 2013 yang dimulai dua tahun lalu. Tetapi ketika penerapan kurikulum tersebut ditunda, berdampak pula pada kegiatan Pramuka di daerah. Ada yang diwajibkan, ada juga yang tidak
Adhyaksa menyebut, banyak anak sekolah, termasuk siswa dari sekolahnya dulu, SMAN 3 Jakarta, hanya tahu pakaian seragam Pramuka. Mereka tidak mendapat pelajaran dan pelatihan tentang apa itu Pramuka.
"Ini yang kami butuhkan dari pemerintah. Pelatihan pembina dari kalangan guru. Tentu berikan juga insentif yang layak," tuturnya.
Mantan menpora itu juga mengeluhkan minimnya pembinaan teknis dari pemerintah. Saat ini Pramuka berada di bawah koordinasi Kemenpora. Idealnya, kata Adhyaksa, Pramuka dinaungi Kemendikbud. Menurutnya, Kemenpora bertanggung jawab membina pemuda dalam dimensi politik. Sementara kegiatan Pramuka lebih bersifat pembinaan pemuda dalam dimensi sosial.
"Secara statistik, 70 persen usia anggota Pramuka adalah 17 tahun ke bawah, tentu mereka merupakan pelajar, jadi seharusnya di bawah Kemendikbud," imbuhnya.
Soal dana, setali tiga uang. Adhyaksa bertutur, saat ini dia sedang mempersiapkan Jambore Nasional 2016. Sesuai tradisi, agenda empat tahunan ini akan menggunakan Bumi Perkemahan Cibubur. Masalahnya, ujar Adhyaksa, sudah puluhan tahun bangunan dan berbagai fasilitas di sana tidak diganti. Bahkan, fasilitas mandi cuci kakus (MCK) pun termasuk minim.
Menurut Adhyaksa, Komisi X DPR sudah menyetujui bantuan dana melalui Kemenpora. Dia pun meminta pemerintah membangun semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Namun, Kemenpora mensyaratkan perubahan status hak pakai atas 210 hektare lahan di Buperta Cibubur menjadi tanah Kemenpora. Usulan ini ditolak Adhyaksa karena dinilai berpotensi masalah di masa depan. Belum lagi, ada perbedaan penafsiran tentang bantuan dana dari DPR tadi di Kementerian Keuangan.
"Pemerintah memberikan hak pakai tanah tersebut kepada Pramuka secara tidak terbatas. Kalau berubah jadi tanah milik Kemenpora, dan lalu ada masalah, akan bagaimana nasib tanah itu nanti?" tegasnya.
Pria yang aktif membina berbagai organisasi kepemudaan itu menyebut, banyak birokrasi yang harus diluruskan guna menyelesaikan berbagai masalah internal Pramuka. Meski demikian, dia optimistis Pramuka bisa mewujudkan revolusi mental seperti yang selalu digalakkan Presiden Joko Widodo.
"Jelas ini alat paling pas untuk mencapai revolusi mental. Anggotanya saja 22 juta orang. Makanya saya mau rebranding betul dan menjadikan Pramuka sebagai kawah candradimuka pembinaan generasi muda Indonesia," pungkasnya.
sumber : http://news.okezone.com/read/2015/08/14/65/1196413/curhat-adhyaksa-dault-tentang-pramuka

Ka Kwarnas : "Dunia siber tantangan Pramuka generasi ketujuh".


Jakarta (ANTARA News) - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan dunia siber dan internet merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh anggota Pramuka generasi ketujuh.

"Generasi ketujuh adalah kelahiran 1990-an sampai 2000-an yang usia tertuanya 15 tahun. Generasi yang potensial sekaligus rentan oleh perkembangan teknologi," kata Adhyaksa Dault dalam laporannya pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-54 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu.

Adhyaksa mengatakan generasi Pramuka ketujuh merupakan generasi potensial karena akan mengisi bonus demografi, tetapi rentan karena terhubung dengan seluruh manusia sejagad tanpa batas.

Siapakah yang bertanggung jawab mendidik anak-anak generasi ketujuh Pramuka itu?

"Para pemimpin, para orang tua, para guru, para pembina dan kita semua sebagai anggota masyarakat, terlebih Gerakan Pramuka," tuturnya.

Adhyaksa mengatakan Gerakan Pramuka telah berusia tujuh generasi. Generasi pertama Pramuka modern adalah kelahiran 1880-an hingga 1990-an, yaitu HOS Tjokroaminoto, Haji Agus Salim dan kawan- kawan yang menciptakan istilah Pandu.

Generasi kedua kelahiran 1990-an hingga 1910-an adalah Sukarno, Hatta, Natsir dan sebagainya merupakan penggerak-penggerak kepanduan, yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Generasi ketiga kelahiran 1920-an hingga 1940-an adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Soeharto dan Ibu Tien yang melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya dengan dukungan kebijakan dan mendapatkan sarana dan prasarana bagi kaum muda melalui Gerakan Pramuka. 

Generasi keempat adalah kelahiran 1940-an hingga 1950-an yang banyak menjadi pemimpin di era reformasi yaitu Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai Presiden keenam, Yudhoyono melahirkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Generasi kelima adalah kelahiran 1960-an dan 1970-an, saat ini ada yang menjadi presiden, menteri dan pemimpin berbagai organisasi nasional. Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka saat ini, Presiden Joko Widodo, termasuk dalam generasi ini.

Sedangkan generasi keenam adalah kelahiran 1980-an hingga 1990-an dengan usia tertua 35 tahun dan generasi ketujuh adalah kelahiran 1990-an hingga 2000-an dengan usia tertua 15 tahun. 

Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-54. Dalam amanatnya, Presiden menyatakan Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi agar lebih diminati generasi muda. 

Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pramuka Ke-54

Presiden Joko Widodo selaku Kamabinas Gerakan Pramuka hadir pada peringatan Hari Pramuka Ke-54 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu (16/8/2015) sore. Presiden bertindak selaku pembina upacara dalam acara yang diikuti ribuan anggota Pramuka. 

Minggu, 16 Agustus 2015

Simak siaran langsung Upacara Peringatan ‪#‎HariPramuka54‬ yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur mulai pukul 16.00 WIB di www.scoutradio.net atau bisa juga diakses diwww.scoutradioindonesia.blogspot.com

Simak siaran langsung Upacara Peringatan ‪#‎HariPramuka54‬ yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur mulai pukul 16.00 WIB di www.scoutradio.net atau bisa juga diakses diwww.scoutradioindonesia.blogspot.com
Salam!

Sabtu, 01 Agustus 2015

Deng Ical : Pramuka Pencipta Lingkungan Strategis

FAJARONLINE, MAKASSAR — Dalam rangka orientasi Kepramukaan Pimpinan saka se kwarcab kota Makassar, meningkatkan peran serta satuan karya pramuka (saka) dalam rangka menciptakan pramuka sebagai garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter kaum muda yang digelar di ruang rapat sekda kota Makassar, Balaikota, Jumat, 31 Juli.

Pramuka Peduli Droping Air Bersih

SLAWI - Sebagai bentuk kepedulian atas musibah kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tegal, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal menyalurkan bantuan air bersih untuk 2 (dua) desa Kecamatan Suradadi dalam Aksi Pramuka peduli.
Bantuan terdiri dari Empat Tangki mobil yang membawa air bersih berkapasitas 5000 liter dilepas secara simbolis oleh Ketua Kwartir Cabang Tegal, dr H Widodo Djoko Mulyono MKes MMR dari halaman Sanggar Pramuka Kwarcab Tegal, Jum'at (31/7).
Ketua Kwarcab Tegal, dr H Widodo Joko Mulyono, MKes MMR mengatakan, pemberian air bersih kepada masyarakat yang dilanda kekeringan merupakan bentuk kepedulian Pramuka khususnya melalui Aksi Pramuka Peduli yang bertujuan untuk meringankan warga masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tegal. 
“Dengan mengucap basmalah, bantuan air bersih Pramuka Peduli Kwarcab Tegal saya berangkatkan,” kata Joko yang ditandai dengan kibasan bendera
Pb. Andalan Cabang Urusan Humas, Nurhasan mengungkapkan, bantuan air bersih Pramuka Peduli yang didistribusikan berjumlah 4 mobil tangki dengan kapasitas 5000 liter. “Bantuan menyasar 2 desa di Kecamatan Suradadi yakni Desa Jatimulya dan Harjosari. Dimana dari data yang kita peroleh, kekeringan disana sudah cukup parah,” ungkapnya.
Dia berharap, bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan dan mengalami kesulitan air bersih. "Bantuan air bersih ini sangat tepat, karena air sebagai salah satu kebutuhan Primer masyarakat," imbuhnya.
Bantuan sendiri didistribusikan oleh puluhan anggota Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kwarcab Tegal dan langsung diserbu puluhan masyarakat setempat. (Humas)

140 Mahasiswa Ingin Jadi Pembina Pramuka

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peduli akan lulusan yang nantinya bukan hanya mengajar di kelas, namun juga akan menjadi pembina ataupun pelatih pramuka, diadakan Kursus Mahir tingkat Dasar (KMD) pembina pramuka di lingkungan PGSD PGPAUD Unlam, Jumat (30/7).
Tampak kali itu pembukaan acara dibuka oleh pembina pramuka yang berasal dari kwarcab Banjarmasin, H Zulkifli, pebina pramuka putra.
Ada 140 peserta dari KMD itu. Mereka terdiri atas mahasiswa PGSD, maupun dari Pramuka unlam, serta mahasiswa jurusan lain. "Yang penting dari lingkup mahasiswa Unlam," ujar ketua IMPS PGSD PGPAUD Unlam, Rian Sanjani.
Nantinya selama seminggu peserta akan mengikuti pemberian materi, maupun praktek perkemahan. "Karena ketika mahasiswa terjun ke sekolah nanti, saat mereka diminta menjadi pembina pramuka akan ditanya mengenai ijazah KMD ini, makanya dari lembaga Unlam, dan prodi memfasilitasi ini," jelasnya.

Serunya Aksi Para Pramuka Bermain dan Belajar di Jambore Dunia

Banyak kegiatan menarik dalam pelaksanaan Jambore Pramuka Internasional ke-23. Salah satunya adalah program Global Development Village (GDV).
Menurut Wakil Ketua Kontingen Indonesia Mardani Zuhri, ada sekitar 85 anjung kegiatan dari berbagai negara dan LSM dalam arena GDV. Di antaranya ada pengetahuan mengenai terumbu karang dari Taiwan, permainan ludo dari Bangladesh, penanganan P3K dan origami dari Jepang.
Selain itu, ada pula pengetahuan alam hingga cara bertahan hidup di alam bebas dari stand Amerika, gua buatan dari Arab Saudi, pengetahuan mengenai kebencanaan untuk anak-anak dari Unicef, dan lain sebagainya. 
Di setiap stand yang dikunjungi, setiap peserta akan mendapatkan stempel. "Banyak pengetahuan yang kami dapat di GDV. Seperti mengenai jenis-jenis terumbu karang dan cara konservasinya," kata tim Garuda 5, Taufik Simon Hidayat di Bumi Perkemahan Kirarahama, Yamaguchi, Jepang, Jumat (31/7/2015).
Mereka juga bermain ludo, origami dan belajar P3K. Meski bukan permainan dari negeri sendiri, para anggota pramuka Indonesia ini bisa mengikuti.
"Gampang kok. Permainan ludo Bangladesh seperti ular tangga yang kita kenal di Indonesia," ujar anggota tim yang lain, Alfis Akbar (15).
Mereka juga bermain bersama kontingen dari negara lain. Tim yang beranggotakan 10 orang tersebut terlihat akrab bermain dan bernyanyi bersama.Nur Khafifah
 
Copyright © 2015 Scout Radio Indonesia