BREAKING

Senin, 07 September 2015

Pramuka itu Asik, Keren dan Gembira

Fajarnews.com, CIREBON- Gerakan Kepramukaan itu asyik, keren, dan gembira. Demikian kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, H. Adhyaksa saat menyampaikan sambutan Orientasi Nilai-nilai Dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) 2015 di Gedung ICC IAIN Syekh Nurjati, Sabtu (5/9).
Hal ini, menurutnya, dikarenakan gerakan kepanduan pramuka selalu berkaitan dengan anak muda, agar anak muda di zaman globalisasi ini bisa kenal dan mengikuti kegiatan kepramukaan.
“Pramuka siap revolusi mental. Kalian generasi lahir di audiovisual angkatan 1996-1995 harus bisa mengenali dasar-dasar gerakan kepramukaan, karena pramuka itu bisa dikenal asik, keren dan gembira,” ujar Adhyaksa Dault.
Acara kepramukaan two days ONDPG on fire for scout challenges itu, kata Adhyaksa, bahwa mempelajari dasa dharma merupakan kewajiban bagi anggota pramuka. Tugas sebagai generasi muda, harus menjadi pemimpin yang hebat, karena pramuka itu sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. “Kalian patut bersyukur bisa kuliah di kampus IAIN Syekh Nurjati ini, karena mahasiswanya cukup banyak mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pramuka,” imbuh dia.
Kedepan, pihaknya bakal membuat program pasukan cyber pramuka, berbasis jurnalistik. Pasukan ini, nantinya para anggota pramuka akan diberikan pengetahuan atau pelatihan tentang jurnalistik. Jadi, para anggotanya ini akan membuat sebuah berita acara diberbagai wilayahnya masing-masing.
Dikatakan dia, dirinya pernah jadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). “Jadikanlah orangtua sebagai idola bukan orang lain, karena orangtua itu yang merawat, membimbing, dan membesarkan kita, dan kakak (panggilan senior pramuka, red) itu dijadikan sebagai suri tauladan. Selain itu, apabila salah satu diantara kalian jadi pemimpin, maka kalian harus ingat kepada rakyat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati, H. Sumanta menyampaiakan, gerakan pramuka merupakan salah satu kegiatan UKM IAIN Syekh Nurjati, dengan adanya pendirian sekretariatan gerakan pramuka di Gedung Seni Nyimas Rarasantang, diharapkan bisa meningkatkan kader gerakan pramuka siap bersaing di kancah lokal, nasional, dan global.
“Gerakan pramuka di kampus ini menyedot banyak mahasiswa baru, dan kegiatan kepramukaan yang berlangsung selama dua hari ini, Sabtu-Minggu, maba akan diberikan tentang kesiapan mental, psikologis, dan sosial. Perlu memahami diri agar segera beradaptasi dengan perguruan tinggi. Melalui suatu pembekalan nilai nilai dasar untuk memperkuat di masa mendatang,” papar dia.
Ia menjelaskan, semoga bakti dan kinerja ini bisa memicu Universitas Islam Negeri yang berbasis riset. Ada dua hal yang dititipkan Sunan Gunungjati, yakni ingsun titip tajug lan fakir miskin. “Titip tajug memiliki filosofis ialah melaksanakan nilai dan ajaran agama, sedangkan fakir miskin artinya kita bisa berikan manfaat, dan nilai-nilai agama tersebut yang kemudian bisa diaplikasikan pada lingkungan sekitar. Kami ucapkan selamat datang dan terimakasih atas kedatangan kakak Adyaksa beserta rombongannya,” kata dia.
Kegiatan kepramukaan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Satya Dharma Pramuka, dan dimeriahkan oleh tari topeng Cirebon. Selain itu juga, Ketua Kwartir Nasional, Provinsi, dan Wilayah III Cirebon Gerakan Pramuka mendukung penuh terhadap Pencanangan kampus IAIN Syekh Nurjati sebagai kampus pramuka berbasis Scout and Spiritual preneurship. (WIN)
http://news.fajarnews.com/read/2015/09/06/5013/pramuka.itu.asik.keren.dan.gembira

Sabtu, 05 September 2015

Adhyaksa Dault Siap Bekali 1.166 Peserta ONDGP

Fajarnews.com, CIREBON- Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault bakal memberikan motivasi kepada 1.166 peserta Orientasi Nilai Dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) 2015, di Kampus IAIN Sykeh Nurjati Cirebon, Sabtu (5/9) hari ini.
Ketua Pelaksana ONDGP, Julaeha Silfiany mengatakan, Adhayaksa akan memberikan motivasi dan pembekalan kepada peserta ONDGP.
 “Kak Adhyaksa Dault dengan Rektor IAIN Seyekh Nurjati Cirebon akan secara resmi membuka pelaksanaan ONDGP yang dilaksanakan Pangkalan Pramuka IAIN SNJ pukul 08.00 WIB. Para dosen pembina pramuka akan hadir pada acara ONDGP ini,” kata Silfy, panggilan akrabnya kepada “FC”, Jumat (4/9).
Ia menyebutkan, kegiatan ONDGP akan dimulai pada pukul 03.30 WIB diisi dengan kegiatan pertama yakni, salat tahajud berjamaah antara peserta dan panitia di Masjid IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kemudian dilanjut dengan kegiatan kultum yang diisi dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Menurutnya, tujuan dari diadakannya ONDGP tersebut untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi peserta yang nota bene mahasiswa baru dan juga untuk memberikan semangat  dalam menunjukkan kreatifitas, serta membangun solidaritas mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
“Kegiatan ONDGP ini bermaksud untuk mengenalkan gerakan pramuka di perguruan tinggi, khususnya di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” katanya.
Labih jauh Silfy mengutarakan, bahwa ONDGP dilaksanakan untuk membentuk karakter kader bangsa yang beriman dan bertakwa kepada tuhan. Dia mengharapkan, para peserta ONDGP mampu mengambil peran strategis gerakan di masyarakat dalam mengaktualisasi Tri Satya Pramuka.
“Tema kegiatan iuni yaitu, Two Days ONDGP 2015 on Fire for Scout Challenge. ONDGP sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (hari ini, red) hingga Minggu,” katanya.*

Wildan Ibnu Walid
http://news.fajarnews.com/read/2015/09/05/4983/adhyaksa.dault.siap.bekali.1.166.peserta.ondgp

Kak Adhyaksa Dault Pesan Soal Kegilaan Boyband

"Ada boyband luar datang, pada teriak-teriak sampai histeris banget, bisa bahaya nanti," katanya.

Suara.com - Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan kegiatan Pramuka bisa membuat anak jauh dari narkoba dan tawuran.
"Nggak ada anak Pramuka yang pakai narkoba, mabuk-mabukan, tawuran, dan hal negatif lainnya," kata Adhyaksa di gedung Kwartir Nasional, Menteng Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

Di tengah perkembangan teknologi komunikasi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut berharap remaja zaman sekarang jangan mau terjebak oleh rupa-rupa gadget.

"Kepalanya menunduk ke bawah melihat hape dan bermain di dunia maya," ujar Adhyaksa.
Selain mengajak remaja tidak terlena oleh pengaruh film, dia juga mengingatkan agar remaja jangan terlalu tergila-gila dengan boyband.

"Ada boyband luar datang, pada teriak-teriak sampai histeris banget, bisa bahaya nanti," katanya.
Kegilaan seperti itu, katanya, bisa berdampak kurang baik.
"Bisa membunuh karakter anak nantinya," ujarnya. (Nur Habibie).

http://www.suara.com/news/2015/09/03/190724/kak-adhyaksa-dault-pesan-soal-kegilaan-boyband

Ikut Pramuka, Iqbaal CJR Pernah Makan Nasi Mentah

Bintang.com, Jakarta Kegiatan pramuka memang sangat menyenangkan bagi anak-anak sekolah. Banyak pengalaman yang lucu serta unik untuk diingat ketika menjalani kegiatan tersebut. Seperti dengan salah satu personel CJR, Iqbaal. Ketika mengikuti latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), ia pernah makan nasi mentah.
Iqbaal menceritakan kala itu dirinya sedang ikut LDKS di Cibodas, Jawa Barat. Sebagai seorang pramuka, beberapa keperluan makan di grupnya pun dimasak sendiri. Alhasil, karena semuanya laki-laki, mereka terlalu buru-buru ketika menanak nasi.
"Ikut LDKS di Cibodas, di situ dibantu kakak-kakak pramuka, bikin tenda, masak nasi sendiri, namanya cowok ga sabaran nasinya masih keras," kata Iqbaal di acara Indonesia Scouts Challenge, Kantor Kwarnas, Jl. Medan Merdeka Timur no.6, Gambir, Jakarta Pusat (3/9).
Salah satu pelajaran dalam kegiatan pramuka adalah tentang latihan bekerjasama dengan satu grup. Ketika melakukan aktivitas bareng ini, ada ego yang ditahan oleh masing-masing anggota demi keutuhan grup. "Namanya orang pasti punya ego saat ngelakuin bareng-bareng. Di pramuka harus bisa menahan ego," tutur Iqbaal.
Iqbaal pun mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan pramuka. Mereka baru-baru ini juga didaulat sebagai duta Indonesia Scouts Challenge.

"Kami sangat bangga bisa menjadi bagian Indonesia Scouts Challenge, ini merupakan kegiatan positif. Kami merasakan impact langsung, energi positif buat kita sendiri. Sekolah kan ada pramuka juga. Kalau aku pribadi impact langsung sebagai anggota pramuka di sekolah," tandas Iqbaal CJR.

http://www.bintang.com/celeb/read/2309480/ikut-pramuka-iqbaal-cjr-pernah-makan-nasi-mentah

Olivia Zalianty Ajak Anggota Pramuka Berempati

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Artis Olivia Zalianty menginginkan anggota Pramuka baik Siaga maupun Penggalang memiliki rasa empati dan tenggang rasa sejak kecil melalui kegiatan perkemahan.
"Manfaat berkemah itu sangat banyak dan masih bisa saya rasakan sampai sekarang, contohnya bisa hidup di mana saja dengan keadaan yang terbatas," kata artis yang aktif sebagai anggota Kwarnas Gerakan Pramuka bidang Infomasi dan Komunikasi itu usai konferensi pers "Indonesia Scouts Challenge" di Gedung Kwarnas Jakarta, Kamis.
Oliv mengatakan kegiatan perkemahan yang biasa diselenggarakan oleh pramuka di setiap sekolah akan menumbuhkan sifat mandiri dan kreatif pada anak ketika mereka tinggal di lingkungan yang asing.
Selain itu, aktris yang aktif menjadi anggota Pramuka ini menceritakan pengalaman berkemah saat SD yang membuatnya bisa mencintai alam meskipun ada keterbatasan MCK di lingkungan tersebut.
"Akhirnya saya terbiasa dan tidak kaget kalau harus hidup di tempat yang tidak diinginkan, jangankan hotel berbintang, MCK saja terbatas," kata artis yang dikenal dalam Serial TV Ada Apa dengan Cinta tersebut.
Selain Oliv, grup vokal remaja CJR, yang dipilih sebagai duta Indonesia Scouts Challenge pun merasakan langsung manfaat positif dari kegiatan Pramuka yang diikuti di sekolah mereka masing-masing.
Iqbal, Kiki, dan Aldy juga menceritakan pengalaman seru mereka saat terlibat dalam Indonesia Scouts Challenge.
"Waktu ikut East Java Scouts Challenge merasakan harus memasak nasi. Karena nggak sabar, nasi yang dimasak masih keras. Menjadi anggota Pramuka harus bisa menekan ego untuk bekerja sama dengan anggota lain," kata salah satu personel CJR, Iqbal.
Untuk menarik minat anak-anak, CJR akan mengajak penggemarnya, yang disebut Comate, untuk aktif mengikuti Pramuka di sekolah.
"Kami akan ajak Comate lewat Twitter dan Facebook untuk ikut Pramuka. Semoga bisa memberi semangat," kata Kiki CJR.

Kisah 12 Pramuka Kutim Ikut Jambore Internasional

Mengikuti Jambore Internasional Pramuka di Kirara Hama, Jepang, menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kenyataan itulah yang dirasakan oleh 12 orang anggota Pramuka dari Kutim yang terpilih mengikuti kegiatan dimaksud pada 28 Juli sampai 6 Agustus lalu.

BANYAK kegiatan yang dilaksanakan saat kegiatan jambore di Negeri Sakura itu. Dari berbagai kegiatan yang diikuti, ternyata para pramuka Kutim mengaku sangat menggemari program community. Program berupa pembelajaran tentang kebiasaan dan kultur bangsa Jepang, terasa membekas di hati. Melalui kegiatan ini semua peserta jambore diajak berkeliling ke sejumlah tempat di Jepang.

Althariq Ishel Rafiansyah, salah seorang pramuka asal Kutim menyebutkan, pelaksanaan program dimaksud dilakukan secara bergantian secara berkelompok. Tempat yang dituju antara lain bangunan pemerintahan, sekolah-sekolah mulai dari jenjang dasar, menengah hingga tingkat atas.

“Salah satu hal yang menjadi masalah adalah kami (Pramuka Indonesia, Red) agak susah berkomunikasi dengan orang Jepang,” sebut Althariq.

Meskipun demikian, dia mengaku tetap mengagumi semua hal berbau Jepang. Menurutnya masyarakat Jepang sangat cinta tanah airnya, sehingga bahasa yang digunakan hanya bahasa Jepang. Warga Matahari Terbit itu tidak terlalu mendalami bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Warga setempat apabila diajak berbicara dengan bahasa Inggris, kebanyakan hanya menjawab dengan satu atau dua kata saja, kecuali panitia pelaksana kegiatan Jambore Internasional.  Selain itu, peserta jambore juga diajak ke tempat pembuatan kereta tercepat di Jepang, Shinkansen.

Althariq bersama rekan pramuka yang lain sangat terkesan dengan semua pengalaman dimaksud. Mereka siap mengambil hal-hal positif dari salah satu negara termaju di Asia tersebut, untuk kemudian diterapkan di Indonesia. Mulai dari budaya. disiplin, kerja keras, hingga semua keteraturan serta rasa cinta tanah air yang tinggi.

Perlu diketahui, 12  anggota pramuka yang mewakili Kwarcab Kutim pada Jambore Internasional tersebut sebelumnya mengikuti proses seleksi yang ketat, bersaing dengan ribuan pramuka lain. Pada akhirnya hanya terpilih 12 orang saja. Mereka adalah Althariq Ishal Fafiansyah dari SMP YPPSB M Shalahuddin Yusuf (SMPIT DHBS), Andina FItriasiska Putri (SMP 1 Bengalon), Syehena Thertiea Sulaiman (MAN 1 Sangatta Utara).

Selanjutnya M Rizky Ramadhan (SMP 1 Sangatta Utara), Alvi Sindi Ayu Larasati (MAN 1 Sangkulirang). M Fiqri Jusardi Putra (SMP YPPSB). Berikut Fristyani Athika (SMP 1 Muara Ancalong), Riska (SMA 1 Sangkulirang), Risky Nugraha (SMA 2 Sangatta Utara), Frigate Rario Yusuf (SMA 2 Sangatta Utara), dan Vira Avrellya (SMA 2 Sangatta Utara).

Sebagai ucapan terima kasih karena telah sukses mewakili daerah dan menjadi duta bangsa, 12 anggota pramuka tersebut mendapatkan cendera mata dari Bupati Ardiansyah Sulaiman. Diserahkan setelah  pelaksanaan upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-54 Gerakan Pramuka di halaman Kantor Bupati, beberapa waktu lalu. (hms7/san/k9)

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/242541-kisah-12-pramuka-kutim-ikut-jambore-internasional.html

Jumat, 04 September 2015

Adhyaksa Nostalgia Gara-gara Pramuka Bisa Jadi Menpora

Penyelenggaraan Indonesia Scout Challange akan menyadarkan kalangan remaja

Suara.com - Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault mengaku senang dengan penyelenggaraan Indonesia Scout Challange karena acara ini bisa membuat kegiatan Pramuka lebih dikenal generasi muda.
"Ikut Pramuka itu bisa buat kita menjadi disiplin dalam keseharian hidup kita, biar kita menghargai waktu," kata Adhyaksa di Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Adhyaksa bercerita karena ikut kegiatan Pramuka dia berhasil menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dan memimpin sejumlah organisasi.
"Saya pas ikut Pramuka waktu dulu sampai sekarang, saya bisa menjadi Menpora, KNPI berkat ikut Pramuka," ujarnya.
Penyelenggaraan Indonesia Scout Challange akan menyadarkan kalangan remaja tentang manfaat kegiatan Pramuka.
"Bukan hanya disiplin, tapi juga bisa membuat team work yang lebih kompak lagi," katanya. (Nur Habibie).
http://www.suara.com/news/2015/09/03/183004/adhyaksa-nostalgia-gara-gara-pramuka-bisa-jadi-menpora

Kompetisi pramuka "Indonesia Scout's Challenge 2015" dibuat modern

Jakarta (ANTARA News) - Kwartir Nasional (Kwarnas) menghadirkan kompetisi Pramuka bernama "Indonesia Scouts Challenge" (ISC) 2015 yang diberi sentuhan permainan modern agar menambah minat anak berpartisipasi dalam ajang ini.
"Kami mengubah kemasan permainan di kompetisi ini dengan lebih menarik, seperti menggunakan televisi LED pada permainan cerdas cermat," kata penggagas ISC Azrul Ananda usai konferensi pers di Gedung Kwarnas Pramuka, Jakarta, Kamis.
Azrul mengatakan kemasan permainan modern pada Pramuka merupakan pendekatan yang dipakai ISC dan Kwarnas untuk memperkenalkan bahwa Pramuka merupakan organisasi yang positif dan memberi banyak manfaat.
Menurutnya, anak-anak generasi tahun 2000an lebih dekat dengan permainan teknologi sehingga permainan ketangkasan dan cerdas cermat di kompetisi ini dikemas dengan penggunaan teknologi canggih seperti layar lebar LED dan memasukkan karakter kartun modern, seperti Minions di dalamnya.
Dengan demikian, anak-anak berusia 7-10 tahun yang tergolong dalam anggota Siaga, dapat menumbuhkan sifat positif yang dibangun dari Pramuka, seperti kerja sama, kedisplinan, ketangkasan dan keberanian.
Senada dengan itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyampaikan kompetisi yang ditujukan oleh Penggalang Ramu kelas 4 dan 5 SD ini, tidak mengesampingkan Dasa Darma Pramuka meskipun ada sentuhan permainan modern.
"(Kompetisi) ini seperti program revitalisasi Pramuka yang digaungkan Kwarnas karena ISC hadir sebagai bentuk nyata yang dikemas lebih aktif dan kreatif," kata Adhy.
ISC yang digelar di tujuh provinsi, seperti Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, ini memberikan kesempatan untuk setiap regu di kabupaten atau kota berpartisipasi.
Nantinya, dua regu dari putra dan putri yang lolos hingga ke babak final pada seleksi nasional akan memenangkan hadiah utama berlibur dan belajar ke Amerika Serikat.

Kwarnas-Jawa Pos Group Modernisasi Pramuka lewat Indonesia Scouts Challenge 2015

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka terus melakukan inovasi dalam proses transformasi gerakan pramuka. Inovasi yang dilakukan berupa diadakannya kegiatan Indonesia Scouts Challenge (ISC) yang digagas Kwarnas dan Jawa Pos Group.
ISC 2015 merupakan aktivitas berkemah sekaligus kompetisi seru untuk Penggalang Ramu. Yakni, anggota pramuka yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD atau sederajat. Kompetisi dilakukan mulai tingkat kota kabupaten, provinsi, hingga nasional.

"ISC merupakan rebranding pramuka bagi anak muda agar lebih relevan dengan zaman sekarang untuk ditingkatkan kualitasnya," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di gedung Kwarnas, Jakarta, Kamis sore (3/9).

Kompetisi kepramukaan tersebut akan hadir dengan konsep lebih lebih fun dan modern. Nantinya juga disediakan hadiah jalan-jalan ke Amerika Serikat bagi kelompok yang juara.

Melalui konsep modernisasi ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan pramuka yang selalu berkaitan dengan kegiatan positif.

"Dampak positif pramuka enggak ada bandingannya dengan olahraga lain. Sebab pramuka diajarkan keterampilan, kerja sama, dan pembentukan karakter yang tidak dapat di sekolah," ujar Direktur Utama Jawa Pos Group Azrul Ananda.

Indonesia Scouts Challenge 2015-2016 akan bergulir di tujuh provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Demi mendukung minat peserta pramuka, boyband CJR didaulat sebagai duta besar ISC. (ded/JPG)

http://www.jawapos.com/read/2015/09/03/2652/kwarnas-jawa-pos-group-modernisasi-pramuka-lewat-indonesia-scouts-challenge-2015/2

Dari Pramuka, Cewek Ini Ketemu Wakil 144 Negara di Jepang

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat untuk Rosmahariyanti Fatimah. Dunia pramuka Dia tekuni sejak lulus SD, sama seperti ayahnya yang menggeluti kegiatan penuh petualangan itu selama 35 tahun.

Rosma, panggilan akrabnya,  mengenal pramuka melalui kakak pembina gugus depan kwartir cabang di SMP Patra Dharma 1 Balikpapan. “Saya diajak ikut lomba satuan di Kilometer 12, Waduk Manggar, tahun 2012,” kenangnya.

Sejak itu, ia aktif kegiatan pramuka penggalang hingga mendapat prestasi berupa Garuda. “Saya harus mengikuti lima tes kompetisi selama seminggu untuk mendapatkan Garuda,” jelas perempuan kelahiran Balikpapan, 1 Juli 2000, itu.

Berkat keaktifannya di pramuka, pada usia yang masih terbilang belia, Rosma dapat menjelajah mancanegera. Perjalanan pertamanya ke Malaysia untuk mengikuti 4th International Jengka Jamboree and 1st Agoonoree tingkat Asia yang dilaksanakan 15–20 April 2014.

Tahun berikutnya, Rosma berkesempatan menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit, Jepang, untuk tingkat internasional. “Saya menjadi perwakilan dari Balikpapan yang tergabung dalam 22 orang provinsi se-Kaltim untuk kegiatan 23rd World Scout Jambore Scout Mondial Japan 2015,” ucap bungsu dari dua bersaudara itu.

Kegiatan selama 25 Juli hingga 11 Agustus tersebut memberangkatkan 425 orang dari setiap provinsi. Anggota pramuka itu mesti memenuhi syarat seleksi, yaitu memiliki prestasi Garuda serta pengalaman mengikuti kegiatan pramuka di luar negeri.

Bagi anggota pramuka yang dinilai memiliki keaktifan tinggi mendapat hadiah berupa 100 persen dibiayai kwartir daerah. “Di Kaltim ada dua yang dibiayai, saya dan anggota pramuka dari Samarinda, Muhamad Ali,” ucap siswi kelas sepuluh SMA Dwi Warna Bogor itu.

Selama di Jepang, Rosma mengaku senang dan tidak ingin pulang karena telah menjalin pertemanan dengan perwakilan seluruh negara. “Saya bertemu 34 ribu peserta dari 144 negara,” ucapnya.

Selain berkenalan dan games, terdapat pertunjukan budaya yang dilakukan tiap negara. “Saya bersama teman-teman memakai baju adat daerah. Karena saya dari Kalimantan, saya memakai baju adat Dayak,” paparnya.

Hal tersebut dinilai positif oleh wartawan setempat, pakaiannya menuai pujian. “Mereka bilang baju yang saya pakai sangat bagus,” ujarnya.

Selain itu, Rosma membuka lapak untuk kegiatan pertukaran tanda atribut dan baju Pramuka Indonesia. “Kami tukaran atribut dan cende ramata, bahkan sampai melakukan kunjungan camp antarnegara,” tuturnya.

Anggota pramuka dari negara lain juga terkesan dengan Pramuka Indonesia. “Mereka bilang kami sangat ramah. Tim Australia, bahkan mendatangi camp kami untuk mengajak dinner bersama,” jelasnya.

Rosma mengunjugi ibu kota Tokyo dan kota yang diguncang bom atom pada Perang Dunia II silam. “Kami diajak ke Tokyo untuk jalan-jalan dan Hiroshima untuk mengunjugi museum serta bangunan sisa pengeboman,” ucap putri dari pasangan Kashariyanto dan Johana Rosmalia.

Pengalamannya sangat berkesan, sehingga ingin melakukan perjalanan lintas negara lagi. “Sekarang, saya berusaha mulai dari nol untuk jadi pramuka penegak garuda sehingga bisa keluar negeri lagi,” ucapnya.

Dukungan keluarga juga terus mengalir padanya. Johanna, ibu Rosma berharap dari kegiatan pramuka, Rosma dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. “Saya bangga lihat dia masuk pramuka karena bisa menghormati orang lain, serta mandiri,” pungkasnya. (*/ane/kri/k8

sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/242735-dari-pramuka-cewek-ini-ketemu-wakil-144-negara-di-jepang.html

CJR Ajak Comate Masuk Pramuka


JAKARTA, KOMPAS.com -- Boyband CJR yang terdiri dari Teuku Rizky Muhammad atau Kiki, Alvaro Maldini Siregar atau Aldi, dan Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan atau Iqbaal, mengajak para penggemarnya yang biasa disebut Comate, turut bergabung ke dalam wadah organisasi Praja Muda Karana (Pramuka).


"Kami bakal ngajak para Comate yang duduk di SD melalui Twitter kami supaya ikut Pramuka. Soalnya, media yang paling gampang adalah socmed. Semoga mereka semangat," ujar Kiki dalam jumpa pers ISC 2015-2016, di Gedung Pramuka, Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015). 

Kiki, Aldi, dan Iqbal, yang didapuk menjadi menjadi duta program ISC berupaya merangkul anak muda sebaya untuk ikut Pramuka. "Sekarang kan anak-anak suka main handphonegadget dan lain-lain. Berhubung kami bertiga aktif di socmed, kami start dari situ," kata Kiki. 

Sementara itu, Aldi mengatakan, sejak SD hingga SMP, ia tak pernah terlibat dalam organisasi Pramuka. Namun, semenjak duduk di bangku SMA, Aldi baru merasakan nilai-nilai dan mafaat positif ketika bergabung di organisasi tersebut. 

"Aku pas gabung Pramuka, banyak hal yang positif. Makanya, aku mau ajak Comate," kata Aldi.

ISC sendiri merupakan aktivitas berkemah dan berkompetisi yang memperebutkan gelar juara nasional. Nantinya, pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Pramuka di Amerika Serikat. ISC akan digelar di tujuh provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

http://entertainment.kompas.com/read/2015/09/04/095147310/CJR.Ajak.Comate.Masuk.Pramuka

Kamis, 27 Agustus 2015

Kemah Bhakti Pramuka Diharapkan Membangun Karakter dan Jati Diri Kebangsaan

MEDAN | DNA - Dalam rangka membantu pemerintah meningkatkan pembinaan generasi muda yang berkarakter dan memiliki jati diri kebangsaan yang kokoh dan rela berkorban, Kodam I/BB khususnya wilayah provinsi Sumut menyelenggarakan Kemah Bhakti Pramuka Saka Wira Kartika. 

Penegasan ini disampaikan, Pangdam I/BB Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi yang dibacakan Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri buka Perkemahan Bhakti Pramuka Saka Wira Kartika Tingkat Penegak se wilayah jajaran Kodam I/BB Tahun 2015 di  Sibolangit Kab. Karo, Rabu (26/8/2015).

Ditegaskan Pangdam, Kegiatan ini sebagai sarana belajar, berkarya, memperkokoh persaudaraan dan persatuan sesama anak Bangsa. "Kemah Bhakti Pramuka, merupakan wahana pertemuan adik-adik pramuka tingkat penegak se wilayah jajaran Kodam I/BB yang sekaligus sebagai salah satu sarana yang tepat bagi para peserta dalam menyalurkan minat yang bersifat aktif, kreatif, inovatif dan edukatif".

Harapan Pangdam, para peserta telah mempersiapkan diri dengan baik sehingga nantinya mampu menyelesaikan kegiatan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Selain itu kegiatan ini turut membantu dalam membentuk generasi muda Bangsa yang memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, disiplin, terampil, mandiri dan memiliki semangat bela negara yang tinggi, sebagaimana tema yang dikedepankan pada kegiatan perkemahan ini.

"Melalui kegiatan Perkemahan Bhakti Pramuka Saka Wira Kartika tingkat penegak se wilayah jajaran Kodam I/BB TA. 2015 kita tingkatkan semangat bela Negara, cinta tanah air serta mewujudkan generasi yang berkarakter guna menjaga tetap tegaknya NKRI,"tegasnya.

Lebih lanjut Pangdam I/BB menyampaikan kepada seluruh peserta kiranya dapat memanfaatkan momen ini, terutama dalam hal peningkatan jiwa kebangsaan dan semangat bela Negara, yang merupakan faktor pendukung dalam menjaga kedaulatan NKRI. 


Dalam kegiatan ini, para peserta akan diberikan materi pokok berupa krida navigasi darat, krida pioneer, krida mountaineering, krida survival dan krida penanggulangan bencana serta materi lain yang berhubungan dengan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. Kepada pembina, pamong dan instruktur untuk melatih adik-adik pramuka menjadi pribadi yang memiliki Sumber Daya Manusia dengan mental yang baik, fisik yang kuat dan disiplin tinggi. 
Diingatkannya, laksanakan pengawasan dan pengendalian selama penyelenggaraan Kemah Bhakti berlangsung secara cermat dan konsisten, sehingga seluruh program dapat dilaksanakan sesuai rencana. Improvisasi dan kreatifitas kegiatan ini perlu dikembangkan sehingga kemampuan penalaran yang logis dan sistematis bagi peserta dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah dengan tepat.

Diakhir sambutannya Pangdam I/BB menyampaikan beberapa atensi untuk dipedomani dalam kegiatandengan baik tanpa melupakan  Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam setiap langkah dan tindakan. 

Begitu pula ikuti seluruh rangkaian materi dengan serius dan patuhi  petunjuk serta arahan pembina dan instruktur serta pupuk jiwa korsa di tengah kehidupan kepramukaan dan terakhir laksanakan pengamanan personel dan materiil serta pelihara peralatan yang dipertanggung jawabkan agar setiap saat siap digunakan. 

Kemah Bhakti Pramuka Saka Wira Kartika tingkat penegak se wilayah jajaran Kodam I/BB TA. 2015 diikuti dengan peserta 1.014 orang terdiri dari Saka Krida Sumatera Utara : 750 orang, Saka Krida Sumatera Barat : 30 orang, Saka Krida Riau : 18 orang, Saka Krida Kepulauan Riau : 16 orang dan Saka Krida Gabungan : 200 orang. Kegiatan yang akan dilaksanakan Latihan PBB, Navigasi Darat, Mountenering, Survivel, Pioneer, Penanggulangan Bencana, Pentas seni dan budaya serta Karya bhakti penanaman pohon di siosar.

Hadir dalam acara tersebut Danrem 022/PT, Danrem 023/KS, Sekda Sumut, Unsur FKPD Sumut, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Para Dandim jajaran Korem 022/PT dan Para Dandim jajaran Korem 023/KS.(dna|ams)

http://www.dnaberita.com/berita-4892-kemah-bhakti-pramuka-diharapkan-membangun-karakter-dan-jati-diri-kebangsaan.html

Kadis Pendidikan Ingin Gerakan Pramuka Membumi di Sumenep


RADJAWARTA.CO : Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 54 Pramuka tahun 2015, Ketua Kwarcab Gerakan Pamuka Sumenep, Drs. H. A. Shadik, M.Si berharap seluruh lembaga pendidikan di semua tingkatan di Kabupaten Sumenep dapat melaksanakan kegiatan Pramuka di Gugus Depannya masing-masing.
“Sebab dalam pedoman, khususnya mengenai Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstra Kurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah,”ungkap pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini.
Dijelaskan, secara konstitusional, pendidikan nasional, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
“Pelaksanaan Gerakan Pramuka bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan bermartabat, dan secara sistematis mutu pendidikan juga akan sukses, khususnya di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Ketua Tim Pelatih Kwarcab Pramuka Sumenep, Drs. M. Hasan menyambut positif pelaksanaan pendidikan kepramukaan diterapkan di semua tingkatan pendidikan di Sumenep, sehingga diharapkan upaya memperkuat proses pembentukan karakter bangsa untuk berbudi pekerti luhur melalui Gerakan Pramuka akan terwujud.
“Hanya saja, dalam pelaksanaan pembinaan Gerakan Pramuka tentunya harus didukung pula dengan sumber daya manusia, yakni pembina yang berkualitas,”ungkapnya.
Dan tentunya, tegas Hasan, untuk menciptakan pembina berkualitas, pembina harus mengikuti jenjang kursus pembina Pramuka sesuai tingkatannya. Dan yang tidak kalah pentingnya pula, para pelatih pembina Pramuka juga perlu disiapkan dengan melaksanakan putaran pelatih dan kaderisasi pelatih

Rustam Effendi: Pramuka wadah paling efektif untuk membentuk karakter baik generasi emas Indonesia

//Gubernur Sebut Hibah 90% Cari Dari Pengajuan Untuk Pramuka
BALUNIJUK - Kegiatan Jambore Pramuka Ke-3 Tingkat Daerah Kep. Babel telah resmi dibuka langsung oleh Gubernur Babel, Rustam Effendi kemarin pagi (26/8). Dengan berseragam pramuka lengkap, Gubernur memukul beduk tanda kegiatan resmi dimulai. Para peserta pun beraksi dalam event terbesar untuk pramuka penggalang usia 11-15 tahun. Dari laporan ketua pelaksana, Sumarno, sebanyak 3.532 peserta berpartisipasi dalam Jambore tersebut.
Berbagai atraksi dalam pembukaan jambore memeriahkan acara. Mulai dari Gubernur yang menaiki mobil jeep berkeliling lapangan upacara untuk memeriksa pasukan. Kemudian, pembaca dasa darma yang digotong 10 anggota pramuka, lalu ada juga atraksi drumband dan polisi cilik. "Apa guna keluh kesah, karena pramuka tidak pernah mengeluh. Dalam kegiatan jambore ini peserta akan mendapatkan materi dan dilatih mandiri," kata Gubernur.
Gubernur meminta agar ajang jambore menjadi wadah para peserta untuk membentuk karakter yang tangguh dan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma. "Kaka harap kalian bisa bersungguh-sungguh dalam kegiatan ini. Usai kegiatan, akan ada Jambore Nasional tahun depan. Jadikan ajang ini untuk membentuk karakter baik," kata Gubernur.
Para pramuka penggalang khususnya yang hadir dalam event akbar kali ini merupakan generasi emas. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional, Marbawi yang berkesempatan hadir pada pembukaan kemarin. Pasalnya, melalui seluruh kegiatan kepramukaan, para pramuka dilatih survive dalam mengarungi hidup ini. Karena untuk hidup ke depan, dibutuhkan live skill yang mumpuni agar bisa terus bersaing dalam perkembangan zaman.
"Dalam cuaca yang cukup panas, berdebu dan gersang, ini bukti bahwa salah satu pembentukan karakter bermental kuat dan mandiri melalui kegiatan pramuka. Saya bangga bisa pulang kampung. Melihat pramuka di sini begitu ramai dan aktif. Saya senang dengan keberadaan adik-adik. Saya tunggu di Jakarta pada kegiatan Jambore Nasional," ujar pria yang ternyata merupakan putra asli Puding, Bangka.

//Dana Jambore Rp 0

Ada fakta menarik pada pelaksanaan kegiatan Jambore Daerah kali ini. Diakui Ketua Harian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kep. Babel, Hardijono bahwa Kwarda tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Semuanya murni dari bantuan SKPD dan perusahaan yang ada di Babel. Hal ini pun terbilang cukup nekad karena tentunya pelaksanaan kegiatan yang sangat besar ini membutuhkan anggaran yang juga tidak sedikit.
"Untuk pelaksanan Jamda (Jambore Daerah red), kwarda tidak keluarkan uang. Tapi masih banyak yang sayang sama pramuka dan mau bantu. Salah satu contohnya soal air ini, bantuan dari SKPD dibawah Kementerian PU untuk membantu kita dapatkan air. Kalaupun anggaran kita masih kurang, nanti kita pikir lah untuk menutupinya," kata Hardijono.
Untuk tahun 2015 sendiri, diungkapkan Hardijono, bahwa Kwarda Babel hanya menerima hibah sebesar Rp 100 juta dari anggaran Induk Provinsi Babel. Tentunya hal ini masih kurang untuk bisa menggelar berbagai macam kegiatan kepramukaan di Babel itu sendiri. Perjuangan untuk memperoleh anggaran pun masih menunggu ketuk palu pada pengesahan ABT, yang mana Kwarda mengajukan angggaran sebesar Rp 1,4 M.
"Kemarin awalnya kita dapat Rp 100 juta. Itu masih kurang untuk bayar staff, listrik dan lainnya. Tapi, Di ABT-kan minta sebesar Rp 1,4 M. Kita belum tau berapa dapatnya. Tapi, sedapatnya lah," kata Hardijono.
Bak gayung bersambut, Gubernur Babel, Rustam Effendi saat diwawancara wartawan mengenai hal tersebut mengatakan bahwa kemungkinan akan mencairkan sebesar 90% dari total ajuan pihak Kwarda Babel. Tentunya hal ini sangat dinantikan agar pelaksanaan kegiatan kepramukaan sebagai pendidkan karakter bisa berlangsung lancar. "Biasanya dicairkan hingga 90% dari total ajuan," imbuh Rustam.

Termasuk disinggung soal keberadaan Bumi Perkemahan Kwartir Daerah yang berada di Balunijuk, Rustam mengaku bahwa Pemprov mendukung pembangunannya. Karena beberapa waktu lalu, keberadaan Bumi Perkemahan dipermasalahkan salah satu anggota DPRD Babel yang duduk di Komisi IV. "Sampai saat ini pemerintah mensupport untuk pembangunan sarana dan prasarana. Kayak jalan itu, kan masih jalan Desa, untuk bisa membangunnya, harus diubah menjadi jalan provinsi," kata Gubernur. (HUMAS KWARDA BABEL)

Pramuka Harus Punya Kemampuan dan Pengetahuan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua Kwartir Nasional Marbawi mengemukakan bahwa generasi muda sekarang ini dalam waktu 24 jam selalu bermain android.
Dimana seakan tidak lepas dari alat komunikasi. Sehingga sekarang ini dapat dikatakan sebagai generasi internet.
"Makanya Kwarmas dan Kwarda Gerakan Pramuka mendekati generasi yang besar. Karena pada generasi sekarang inilah yang akan memegang pundak pimpinan pada tahun emas Indonesia 2045," jelas Marbawi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka saat acara pembukaan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Babel, Rabu (26/8) di Bumi Perkemahan Depati Amir Desa Balum Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
Menurut Marbawi bahwa adik-adik saat ini pada masanya 30 tahun ke depan akan menjadi generasi emas, satu abad Indonesia di Tahun 2045.
"Adik-adik saat ini, akan berada di puncak kejayaan pada tahun 2045 mendatang, yang mendapat ruang sebagai bonus demografi" ujar Marbawi.
Dia berpesan, agar mulai sekarang ini diisi dengan pengetahuan dan cari keahlian dan juga berkarakter.
"Bila memiliki skill dan pengetahuan, tanpa memiliki karakter, adik-adik tidak akan menjadi apa-apa," pesan Marbawi kepada peserta Jamda Gerakan Pramuka Kepulauan Babel.
Dijelaskan Marbawi, bahwa pramuka melakukan pembinaan karakter. Pramuka tambah Marbawi, untuk perubahan dan relavan dengan prubahan saat ini.
"Pramuka mampu melakukan perubahan. Karena memimpin dipramuka merupakan memimpin kehidupan sendiri. . Beda kalau memimpin perusahaan," kata Marbawi merupakan kelahiran Puding Besar Kabupaten Bangka.
Ditegaskan Marbawi, bila hari ini bagus maka akan mengingatkan sepanjang usia.

http://bangka.tribunnews.com/2015/08/26/pramuka-harus-punya-kemampuan-dan-pengetahuan

Rabu, 26 Agustus 2015

Pramuka Harus Ikuti Perkembangan Zaman


Bisnis.com, BANTUL- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-54 digelar, Selasa (25/8/2015) di Lapangan Trirenggo, Bantul. Acara tersebut merupakan rangkaian  perayaan HUT Pramuka yang jatuh pada 14 Agustus lalu.

Upacara yang dipimpin Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo itu mengajak para anggota Pramuka se-Bantul agar mengikuti perkembangan zaman.

Gerakan Pramuka kata Sigit ke depan harus mengikuti semangat kaum muda di era globalisasi yang sarat dengan kecanggihan teknologi.

Di era globalisasi, Pramuka dianggap berperan penting membentuk karakter generasi muda. “Kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter dan bangsa yang mempunyai watak yang kuat, sehingga akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi serta sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini,” terang Sigit Sapto Rahardjo.

Hal itu sejalan dengan tema Hari Pramuka Tahun ini yaitu “Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda”.

Acara diakhiri dengan pengumuman lomba dan pembagian hadiah. Antara lain lomba  Kwartir Ranting Pramuka tergiat. Juara I diperoleh Kwartir Ranting Banguntapan, juara II Kwartir Ranting Sanden dan Juara tergiat III Kwartir Ranting Pleret.

http://www.harianjogja.com/read/20150826/1/3456/pramuka-harus-ikuti-perkembangan-zaman

Pramuka siap lakukan "re-branding" mulai 2016


Surabaya (ANTARA News) - Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Marbawi MSi, menegaskan bahwa gerakan kepanduan itu siap melakukan "re-branding" mulai 2016.

"Kita sudah melakukan persiapan sejak tahun 2014 dan reformasi atau re-branding itu akan kita mulai tahun depan (2016)," katanya kepada Antara di Surabaya, Senin.

Setelah Latihan Gabungan Nasional (Latgabnas) VII Pramuka Perguruan Tinggi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, ia menjelaskan pihaknya melakukan dua persiapan.

"Dalam dua tahun terakhir, kita melakukan dua persiapan yakni menghadirkan Pramuka dimana-mana dan meningkatkan pengaruh Pramuka dimana-mana," katanya.

Untuk menghadirkan Pramuka dimana-mana itu, ia mengatakan pihaknya telah mendekati masyarakat melalui media digital, media massa, dan program kemasyarakatan.

"Program kemasyarakatan itu merupakan program untuk membantu masyarakat, diantaranya patriot lingkungan dan satgas siaga bencana seperti Latgabnas di Unair ini," ujarnya.

Menurut dia, program kemasyarakatan itu tidak mengurangi program Pramuka selama ini. "Intinya, latihan Pramuka itu tetap, tapi kita juga berusaha keluar," katanya.

Untuk meningkatkan pengaruh Pramuka dimana-mana, ia mengatakan pihaknya telah mendorong peningkatan peran negara dan para orang tua melalui berbagai kebijakan, bahkan Organisasi Kepanduan Dunia (WOSM) mendukung.

"Dengan dua persiapan itulah, kami siap melakukan re-branding Pramuka mulai tahun 2016 melalui Jambore Cibubur yang sudah dikemas dengan format baru," katanya.

Ia mencontohkan format atau kemasan yang dimaksud antara lain desain, lagu-lagu, dan kreasi acara yang diatur sedemikian rupa menjadi mengasyikkan.

"Jadi, latgabnas VII yang kita adakan secara tahunan ini strategis sebagai bentuk komitmen dan aksi nyata melakui Pramuka Peduli sebagaimana ruh dan jiwa Pramuka melalui Tri Satya Pramuka," katanya.

Latgabnas VII yang diikuti 141 peserta dari 41 Perguruan Tinggi se-Indonesia itu mengusung tema "Disaster Management" yang dibuka di Unair dan digelar di area Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur hingga 30 Agustus.

"Semua materi akan dibarengi dengan praktik sesuai tema yang kami angkat yakni manajemen bencana," kata Ketua Panitia Latgabnas VII, Gufron.

Mahasiswa Perikanan Unair itu mengatakan materi yang dimaksud antara lain shelter, trauma healing, dapur umum, sanitasi, "management dead body", simulasi, dan "sharing knowledge".

"Dalam simulasi di akhir latihan akan ada simulasi total yang melibatkan 141 peserta yakni 70 peserta berperan mengajar di sekolah, lalu 71 peserta lain sedang berkemah. Tiba-tiba ada bencana, maka 71 peserta itu menjadi satgas siaga yang membantu 70 peserta lain itu," katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
 
Copyright © 2015 Scout Radio Indonesia